HALO BLORA – Umat Katolik di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mengikuti prosesi Jalan Salib di Wireskat, Desa Sendangharjo, Kecamatan Blora, Jumat (7/4/2023).
Prosesi Jalan Salib yang diperankan sebagian Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Pius X Blora itu, disutradrai oleh Diakon Gabriel Galileo, yang digelar sebelum ibadah Jumat Agung.
Cuaca pagi yang sejuk di lokasi Wireskat Desa Sendangharjo, menguatkan keimanan umat Katolik, sehingga prosesi Jalan Salib berjalan khidmat, tertib, dan lancar.
Prosesi Jalan Salib juga dihadiri Pastur Kepala Paroki Romo Agustinus Eko Wiyono dan Romo Stevanus Darno.
Diakon Gabriel Galileo memaknai, prosesi Jalan Salib untuk menggugah semangat anak-anak muda (Katolik), supaya semakin mau mencintai Yesus dengan saling mengasihi dan melayani satu sama lain.
“Itulah spirit anak muda yang harus senantiasa dihidupkan lewat teladan pengorbanan Yesus di dalam Jalan Salib ini,” kata Diakon Gabriel Galileo, mewakili Kepala Paroki Santo Pius X Blora, Romo Agustinus Eko Wiyono.
Dalam pelaksanaan itu, ada 14 perhentian atau stasi Jalan Salib. Yaitu Yesus dijatuhi hukuman mati, Yesus memanggul Salib, Yesus jatuh untuk pertama kali, dan Yesus berjumpa dengan ibu-Nya.
Selain itu juga stasi Yesus ditolong oleh Simon dari Kirene, wajah Yesus diusap oleh Veronika, dan Yesus jatuh untuk kedua kalinya.
Selanjutnya Yesus menghibur perempuan-perempuan yang menangisi-Nya, Yesus jatuh untuk ketiga kalinya, pakaian Yesus ditanggalkan, Yesus disalibkan, Yesus wafat di kayu salib, Yesus diturunkan dari salib, dan Yesus dimakamkan.
“Bersyukur sekali, masih diberi kesehatan oleh Tuhan dan diberikan kesempatan untuk mengikuti prosesi Jalan Salib,” kata Ignatius Ary Soesanto, salah satu senior umat Katolik Paroki Santo Pius X Blora, seperti dirilis blorakab.go.id.
Menurut dia, dengan mengenangkan kembali kesengsaraan Tuhan Yesus, makin menyadari betapa besar kasih Allah kepada manusia.
Jalan Salib adalah devosi yang mengarahkan pandangan spiritual umat Katolik, pada peristiwa Yesus Kristus mulai dari keputusan hukuman mati pada Yesus hingga peristiwa pemakaman-Nya.
Dalam bahasa Latin, Jalan Salib disebut Via Dolorosa, artinya Jalan Penderitaan. Inilah saat-saat terakhir hidup Yesus secara historis di dunia. Devosi itu adalah peringatan akan peristiwa tersebut.
Dari berbagai sumber disebutkan, tradisi Jalan Salib dirintis oleh Santo Fransiskus Asisi, diperkenalkan oleh Ordo Fransiskan abad ke-14, lalu meluas di Gereja Katolik Roma pada abad pertengahan.
Paus Klemens XII menetapkan secara resmi, terkhusus perhentian-perhentiannya secara definitif pada abad XVII yang berlaku sampai sekarang. (HS-08).