HALO SPORT – Lapisan kesabaran Pol Espargaro masih terus diuji dalam menanti kembalinya pada musim ini selepas melewatkan seri balap kedelapan MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, 23-25 Juni mendatang.
Pol tak bisa ikut berlomba karena belum mendapat lampu hijau dari Direktur Medis MotoGP, Angel Charte.
Espargaro (32) sudah mengincar balapan lagi sejak Grand Prix (GP) Prancis, Mei silam.
Namun, kondisi fisiknya belum sembuh benar.
Meski sudah bisa menunggangi kuda besinya, Pol dinilai belum siap untuk menghadapi risiko yang mengiringi dalam ajang balap motor.
Sebab, risiko yang dihadapinya tidak main-main.
Jika terjatuh lagi, kelumpuhan mengancam mantan juara dunia Moto2 itu.
Tulang belakangnya dirasa belum pulih benar, dan kondisinya masih 98 persen.
Cedera tulang belakang dialami Espargaro saat menjalani sesi latihan pada seri perdana MotoGP Portugal, Maret lalu.
Selain patah tulang belakang, dia mengalami patah tulang rahang, retak tulang di tangan kanan, memar pada paru-paru, dan luka di telinga kanan.
Espargaro diharuskan benar-benar dalam kondisi fit 100 persen jika ingin kembali balapan.
Adik kandung Aleix Espargaro ini menyesali kesalahan yang membuat suhu ban belum cukup panas.
Dia sebenarnya harus memanaskan sisi kanan bannya terlebih dahulu.
Kompon ban yang dipakai saat MotoGP Portugal memang relatif lebih keras sehingga pembalap butuh lebih banyak usaha untuk mencapai level grip yang ideal.
’’Saya melewati tikungan dengan sangat pelan, tapi saya masih mengalami kecelakaan karena kompon ban belakang yang keras. Saya tidak menyadari betapa kerasnya kompon ban saat itu,’’ ungkap Pol seperti dilansir dari Speedweek.
Dia mengakui kecelakaan itu murni terjadi lantaran kesalahannya sendiri.
’’Tidak ada yang harus ditutup-tutupi. Beginilah adanya, dan ini tidak dapat diubah,’’ tegasnya.
Espargaro memiliki waktu pemulihan yang lebih panjang, dan diperkirakan baru bisa kembali pada GP Inggris di Sirkuit Silverstone, 4-6 Agustus 2023. (HS-06)