HALO TEMANGGUNG – Bermula dari ketertarikan pada truk-truk modifikasi yang berlalu lalang di jalan desa, Ircham Latif (20), pemuda Dusun Mento Tengah, Desa Mento, Kecamatan Candiroto, Temanggung ini membuat beragam miniatur truk. Hasil karyanya ini ternyata diminati konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.
Dia menuturkan, ketertarikannya membuat miniatur truk ini, bermula tiga tahun silam. Ketika itu banyak truk yang telah dimodifikasi, berseliweran di jalan desanya.
Pemandangan itu kemudian membuat dia ingin meniru bentuk kendaraan-kendaraan tersebut, dalam bentuk miniatur.
Mulailah dia belajar melalui berbagai kanal Youtube, yang memberikan tutorial tentang cara membuat miniatur truk dan bus.
Dari pengetahuan awal yang dia peroleh, Ircham Latif pun mencoba membuat miniatur truk menggunakan bahan dari triplek.
Beberapa kali dia membuat miniatur truk, ternyata tidak menjadikannya puas. Hal itu lantaran karyanya masih tampak kaku.
Karena itu dia kemudian berusaha melakukan penyempurnaan, dengan menggunakan bahan PVC, agar mudah menonjolkan detil dan lekukan.
Ircham mengatakan, awalnya karyanya itu tidak untuk dijual.
“Tetapi kemarin pas ada Expo di Candiroto, miniatur truk saya dibawa Pak Kadus ke sana dan Alhamdulillah laku,” kata dia, seperti dirilis temanggungkab.go.id.
Kini dia menyadari bahwa hasil karyanya itu ternyata dapat mendatangkan keuntungan.
Karena itu dia mulai mencoba membuat truk-truk miniatur untuk dijual. Namun demikian, karena peminatnya tak banyak, dia hanya melayani berdasarkan pesanan.
Walaupun demikian dia tetap menyediakan stok barang selain pesanan, untuk berjaga-jaga apabila ada permintaan mendadak atau acara pameran UMKM.
Untuk pesanan miniatur truk dengan dimensi 15×50 Cm, Ircham bisa menyelesaikan paling cepat 2 minggu. Waktu pengerjaan juga tergantung tingkat kesulitan atau kelengkapan fitur yang harus dimasukkan, seperti lampu, suspensi, hingga stiker.
Ircham mengaku, sudah menjual minatur truknya lebih dari 50 unit, dengan berbagai spesifikasi ke berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Jakarta, Sumatra, dan Kalimantan.
Pelanggan terbanyak, menurutnya adalah dari Jawa Timur, karena tren truk modifikasi atau yang dikenal dengan truk oleng terbanyak di Jawa Timur.
“Kalau Jawa Timur sekali order bisa sampai 3 unit,” ungkapnya, Jumat (26/8/2022).
Selain truk, Ircham juga melayani permintaan pembuatan miniatur bus dan mobil pikup dengan skala 1:12 dan 1:10. Harganya pun disesuikan dengan spesifikasi dan tingkat kerumitan. Untuk miniatur dengan cat sederhana dibandrol Rp 700 ribu.
Akan tetapi, apabila ada permintaan dengan spesifikasi lengkap, seperti menggunakan lampu, suspensi sampai pintu yang bisa dibuka-tutup, Ircham memberi bandrol Rp 1 juta hingga Rp 1,3 juta per unit.
Diakuinya, banyak suka duka dalam berjualan miniatur truk. Suka ketika banyak orderan, duka ketika pesanan sudah jadi, tetapi tidak kunjung diambil dan belum dibayar.
Oleh sebab itu, Ircham akan membuatkan miniatur truk sesuai pesanan ketika sudah menerima DP sebagai jaminannya. (HS-08)