in

Trans Semarang Dukung Kota Ramah Disabilitas dengan Operasionalkan Bus Low Deck

Bus Trans Semarang low deck atau bus lantai rendah beroperasional melayani penumpang, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Kota Semarang mulai memberikan kemudahan pelayanan transportasi kepada kaum disabilitas dengan menggunakan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang low deck atau bus dengan lantai rendah.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Trans Semarang, Hendrix Setiawan mengatakan, penggunaan bus low deck ini menjadi salah satu wujud dari bidang transportasi untuk menyediakan armada yang ramah disabilitas. Pihaknya juga mendukung Semarang sebagai kota inklusi dan ramah disabilitas.

“Bus low deck ini bisa untuk disabilitas. Kaum disabilitas bisa naik langsung dari bawah, tidak perlu naik dari halte,” jelasnya, Senin (19/9/2022).

Hendrix memaparkan, bus high deck Trans Semarang sebenarnya telah tersedia untuk penumpang prioritas, termasuk disabilitas. Hanya saja, belum semua kemiringan halte Trans Semarang dalam kategori standar. Maka, pihaknya menyiasati dengan pengadaan bus yang ramah disabilitas.

Saat ini, Trans Semarang baru memiliki satu bus low deck yang berada di Koridor 3 dengan kapasitas 30 penumpang termasuk untuk disabilitas.

“Itu bukan bus low deck murni. Hanya belakangnya saja yang low deck untuk memudahkan disabilitas. Pintu depan masih sama seperti armada yang lain yakni high deck,” imbuhnya.

Ke depan, Hendrix ingin setiap koridor memiliki bus low deck ramah disabilitas. Pihaknya mendorong para konsorsium Trans Semarang yang sudah saatnya melakukan peremajaan armada agar beralih ke armada yang memiliki pintu low entry. Sehingga, ini memudahkan kaum disabilitas.

“Target kami masing-masing koridor ada bus yang ramah disabilitas. Kami dorong para konsorsium yang sudah saatnya peremajaan untuk menggunakan bus yang ada low entry. Kalau armada pemerintah sejauh ini belum waktunya peremajaan,” jelasnya.

Sebelumnya, Trans Semarang juga telah meluncurkan kartu khusus disabilitas. Hadirnya kartu disabilitas menjadi komitmen Pemerintah Kota Semarang memberikan pelayanan yang lebih baik kepada kaum difabel.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, kartu disabilitas adalah sebuah kebutuhan yang ditunggu oleh kaum difabel. Selama ini, program kartu BRT Trans Semarang baru diperuntukan bagi pelajar, lansia dan veteran. Kini, Pemkot memberikan peningkatan pelayanan kepada kaum disabilitas melalui kartu tersebut. Para penyandang disabilitas hanya membayar Rp 1.000 dengan kartu tersebut saat naik Trans Semarang.

“Saat ini program BRT kita hanya untuk lansia, pelajar, veteran, cukup membayar Rp 1.000. Kalau umum Rp 3.500 atau Rp 4.000. Ketemulah kami dengan teman-teman disabilitas, mereka belum dapat fasilitas. Maka, kami siapkan kartu disabilitas,” terangnya.

Para penyandang disabilitas, lanjut Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang, bisa mendapatkan kartu tersebut dengan mengurus ke kelurahan terdekat, kantor Dinas Sosial, atau di halte-halte Hebat Trans Semarang. Petugas akan membantu untuk pembuatan kartu BRT disabilitas.

“Nanti bisa dibantu untuk kepengurusan kartunya. InsyaAllah bisa memudahkan,” imbuhnya.

Menurutnya, ada berbagai kemudahan yang didapatkan penyandang disabilitas saat menggunakan kartu tersebut. Kartu itu dilengkapi huruf braile sehingga bisa dipakai untuk penyandang tuna netra. Kaum difabel akan mendapatkan pelayanan yang lebih baik karena petugas mengetahui bahwa warga atau pengguna jasa merupakan kelompok disabilitas.

“Secara fisik kadang disabilitas tidak kelihatan misal tuna runggu, seperti orang normal. Dengan menunjukan kartu ini, petugas bisa tahu, berarti harus dilayani dengan bahasa isyarat,” pungkasnya. (HS-06)

Launching 38 Desa Bersih Narkoba di Klaten, Ganjar: ASN Terlibat Narkoba Jangan Ragu Copot

Ganjar dan Keceriaan Komunitas Disabilitas Satu Hati