in

Tragedi Kanjuruhan, Liluk: Perlu Ada Regulasi Baru yang Dibuat untuk Antisipasi Insiden Serupa

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe "Liluk" Winarto.

HALO SEMARANG – Kejadian insiden di Kanjuruhan, Malang beberapa waktu lalu bisa dijadikan pembelajaran semua pihak. Baik itu, pihak klub, suporter, panitia pelaksana (Panpel), maupun unsur keamanan di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan GM PSIS yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu “Liluk” Winarto.

Liluk, sapaan akrabnya berharap, pihak PT LIB dan PSSI untuk bisa membenahi aturan terutama dalam hal waktu tayang pertandingan agar tidak terlalu malam.

“Tragedi di Kanjuruhan cukup serius, insiden di Malang harus dijadikan pembelajaran baik semuanya klub, suporter, panpel, dan aparat keamanan. Harapannya ada regulasi baru yang bisa memberikan solusi agar kejadian kelam ini tak terulang lagi,” terang Liluk, Minggu (9/10/2022).

Selain itu, Liluk menyayangkan kejadian yang memakan korban jiwa tersebut, seharusnya aparat keamanan tidak menggunakan gas air mata untuk menghalau suporter. “Dalam aturan memang petugas tidak boleh memakai gas air mata di stadion, dan bisa untuk mengantisipasinya atau evakuasi penonton dengan tertib. Serta harus sesuai dengan kapasitas kursinya,” imbuhnya.

Kemudian, terkait dengan efek kerusuhan ketika pertandingan digelar pada malam hari juga perlu diperbaiki. “Dan kick off pada malam hari baru dimulai pukul 20.30 WIB, saya rasa terlalu malam, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan bisa dibenahi terkait jam tayangnya,” ujarnya.

Liluk berharap PT Liga, sebagai operator bisa melihat kejadian di Malang adanya pembenahan. “Kalau jam tayang yang paling pas pukul 19.00 WIB malam,” jelasnya.

Lebih lanjut, Liluk menegaskan, dengan adanya penundaan Liga 1 untuk sementara waktu ini, pihaknya tetap mempersipakan program latihan untuk pemain. “Kami di PSIS akan tetap berlatih dan jeda waktu selama dua pekan, akan kami pakai untuk pembenahan fisik. Kami tidak mau berandai-andai, tapi tetap fokus pada kelanjutan kompetisi. Tetap latihan tidak santai di sela libur untuk benahi fisik pemain dan taktik,” katanya.

Liluk mengaku telah menyerahkan semua keputusannya kepada PT LIB. “Apakah nantinya akan dilanjut lagi setelah ditunda selama dua pekan atau akan diberhentikan hingga proses pengusutan tragedi Stadion Kanjuruhan selesai,” pungkasnya.(HS)

Ganjar dan Amran Sulaiman Bersatu, Siap Kerjasama Untuk Rakyat

Tinggal Pengesahan dari UFC