HALO BATANG – Banyak cara yang dilakukan oleh anggota Satgas TMMD 121 Kodim 0736/Batang untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Salah satunya dengan minum kopi bersama saat istirahat sesaat setelah bekerja di TMMD di Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Sabtu (27/07/2024).
Dengan minum kopi bersama, bisa menjalin kedekatan serta mempererat keakraban antara anggota satgas TMMD dengan warga, sehingga obrolan dapat mengalir dengan santai selain juga untuk menghilangkan rasa capek dan lelah setelah bekerja.
Ngopi adalah kegiatan paling asik yang bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, dan dengan siapa saja. Keakraban bisa terjalin dengan cepat karena ada rasa santai, sehingga tidak ada lagi rasa canggung dan sungkan untuk melakukan candaan.
Kegiatan ngopi bareng juga dapat untuk memupuk semangat kebersamaan dan kekompakan di antara anggota Satgas TMMD maupun dengan masyarakat, sehingga akan membentuk keakraban dan kerukunan secara alami.
Yuli, salah seorang warga Desa Pacet mengaku, dirinya senang dengan adanya kegiatan TMMD reguler di desanya.
“Baru kali ini bisa merasakan bekerja sama dengan anggota TNI yang penuh semangat dan tidak memberi jarak dengan warga Desa Pacet. Apalagi di saat istirahat sebentar setelah melaksanakan bekerja sambil menikmati secangkir kopi, kita bisa ngobrol dan bercanda saling bertukar pengalaman selama hidup,” ungkapnya.
Menurut Yuli, dengan kegitan TMMD, akan menjadi ikatan persaudaraan yang kuat, antara TNI dengan warga.
“Sehingga pelaksanan pembangunan jalan di desa kami bisa tercapai dengan baik dan maksimal. Semoga kegiatan TMMD Reguler ke 121 di Desa Pacet ini bisa sukses dan segera selesai sesuai yang diharapkan,” imbuhnya.
Seperti diketahui, program kerja sama TMMD antara Pemkab Batang dengan Kodim 0736/Batang tersebut dilaksanakan pada 24 Juli – 22 Agustus 2024.
Sebelumnya Dandim 0736/Batang, Letkol Inf Ahmad Alam Budiman mengatakan, program TMMD tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya mempercepat pembangunan di daerah perdesaan, khususnya Desa Pacet.
“Rencana pembangunan mencakup infrastruktur fisik seperti makadam sepanjang 2.500 meter, talut sepanjang 30 meter, empat unit gorong-gorong plat deker, drainase sepanjang 665 meter, serta rehabilitasi tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” bebernya.
“Selain itu ada penghijauan, ketahanan pangan, dan pembersihan saluran air untuk memperbaiki lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Total dana yang digunakan mencapai Rp 1.338.300.000,00 yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kabupaten Batang, dan anggaran TMMD,” imbuhnya.(HS)