HALO KENDAL – Sebagai wujud implementasi Kurikulum Merdeka Kebhinekaan dan meningkatkan minat siswa kepada bidang Bahasa Inggris, SD Universal Ananda Kendal melakukan kerja sama Official Partner School dengan TeachCast Global dari Cambridge English selaku Authorized Linguaskill Agent.
Penandatangan dilakukan oleh Ketua Putra Yayasan Pendidikan Ananda Kendal, Nunik Pusporini dengan Founder TeachCast Global, Mr Kent Holiday.
Dengan penandatanganan tersebut, maka SD Universal Ananda menjadi sekolah pertama dan satu-satunya di Kendal, yang bekerja sama dengan Cambridge University.
Kepala SD Universal Ananda, Khomsatun SPd mengatakan, tujuan kerja sama dengan TeachCast Global adalah hasil dari identifikasi kebutuhan belajar siswa, baik urgensi saat ini dan proyeksi di waktu mendatang.
“Para siswa dan siswi SD Ananda itu mempunyai potensi. Nah program ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri, kuantitas kosa kata, dan aplikasinya dalam keseharian,” ujarnya, Rabu (22/5/2024).
Khomsatun berharap, program dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa dan keinginan orang tua dengan cara yang lebih mudah dan terarah.
“Ternyata dari pihak TeachCast memberikan pemahaman dan edukasi, bahwa dengan metode ini dapat meningkatkan kemampuan siswa, karena metode dan materi pembelajarannya sudah tersistem dengan baik,” ungkapnya.
Dirinya menyebut, metode pembelajaran yang akan dilalui para siswa dengan beriteraksi dan berkomunikasi secara langsung dengan para mentor dari TeachCast.
“Sehingga para siswa akan merasa nyaman dan bahagia bisa berinteraksi, bisa berkomunikasi langsung dengan mentor yang rata-rata orang bule tersebut,” imbuhnya.
Sebelumnya, Mr Kent Holiday mengatakan, dirinya baru pertama kali mengunjungi SD Universal Ananda yang merupakan sekolah pertama dikunjungi untuk melakukan kerja sama partner dalam rangka mencari solusi pengembangan potensi para siswa.
Dijelaskan lewat pelatihan bahasa Inggris TeachCast Cambridge English, anak-anak SD Ananda Kendal nantinya diarahkan untuk bisa berkomunikasi terlebih dahulu meskipun belum andal dalam pengetahuan grammar dan vocabulary.
“Kami mengajarkan bagaimana sih cara mendengarkan dan berbicara, kita enggak dulu fokus ke grammar, asalkan anak-anak mengerti dengan apa yang kita katakan atau listening. Dengan begitu, otomatis grammar dan vocabulary akan mudah dipelajari juga,” ujarnya.
Sedangkan Tim Kreatif SD Universal Ananda, Arvinda Hanugraheningtias menambahkan, tujuan utama program adalah memperkuat kepercayaan diri para siswa dalam rangka menyiapkan global citizen untuk mampu berkomunikasi dan beradaptasi dengan orang asing, hal ini sesuai dengan salah satu Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka yaitu Kebhinekaan Global.
“Sehingga para siswa belajar dengan sumber tepercaya sekaligus melatih anak akrab dengan teknologi sebagai salah satu media belajar,” ujarnya.
Menurut Arvinda, semua siswa di SD Universal Ananda adalah anak-anak yang istimewa. Mereka berhak atas pembelajaran yang bermakna dan bahagia.
“Jadi di SD Universal Ananda ini, anak-anak belajarnya happy, kemudian para orang tua juga mendukung karena tahu bahwa anak-anaknya terfasilitasi dengan gembira sesuai dengan kemampuan dan keingintahuannya,” ungkapnya. (HS-06)