HALO KENDAL – Seorang pelajar SD, bernama Rizki Kurnia Ramadhan (13), dikabarkan hilang saat bermain di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedungpolo, Desa Banyuringin, Kecamatan Singorojo, Kendal, Selasa sore (25/3/2025).
Korban yang berasal dari Dusun Kebondowo, Desa Banyuringin, diketahui tenggelam di sungai setelah bermain bersama lima temannya di sungai pada pukul 16.00 WIB.
Menurut keterangan dari teman-teman korban, saat itu mereka sedang bermain di pinggir sungai. Tanpa disadari, korban sudah berada di tengah sungai dan hanya terlihat lengannya melambai-lambai.
Melihat itu, teman-teman korban segera berteriak meminta tolong, karena kepala dan tubuh korban tidak tampak lagi di permukaan, sebelum akhirnya tenggelam.
Warga yang berada di sekitar sungai, salah satunya seorang pemancing, segera berusaha menyelamatkan korban dengan terjun ke sungai. Namun, usaha tersebut sia-sia, karena tubuh korban sudah tenggelam cukup dalam di kawasan DAS Kedungpolo.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Singorojo, dan upaya pencarian pun dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan warga sekitar.
Pencarian yang dilakukan hingga malam hari terkendala oleh kondisi arus sungai yang deras dan kedalaman air yang memerlukan penyelaman khusus.
Pencarian pun dilanjutkan pada Rabu (26/3/2025). Tim SAR yang terdiri dari anggota BPBD Kendal dan warga melakukan penyelaman dan penyisiran sepanjang aliran sungai untuk mencari korban.
“Tim SAR melaksanakan penyisiran menggunakan alat selam di area korban tenggelam dan penyusuran di sungai,” ungkap Asep Sayidi, anggota Tim SAR BPBD Kendal.
Setelah pencarian berlangsung selama beberapa jam, akhirnya pada siang hari, jasad korban ditemukan sekitar 500 meter dari titik lokasi korban tenggelam dengan kondisi telah meninggal dunia.
Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga. Pencarian pun dinyatakan selesai, dan operasi pencarian ditutup.
“Jenazah korban telah kami evakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, operasi pencarian pun kami tutup dan tim kembali ke posko masing-masing,” tambah Asep.
Kehilangan tragis itupun menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga setempat.
Pihak berwenang mengimbau supaya masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi air yang deras atau cuaca yang tidak mendukung. (HS-06)