HALO KENDAL – Usai dilanda kebakaran pada November 2020 lalu, Pasar Weleri I tak kunjung dibangun. Hal tersebut membuat sejumlah anak pedagang yang mengatasnamakan diri Forum Anak Pedagang Pasar Weleri I menjadi geram.
Forum yang terdiri dari para pemuda-pemudi tersebut melakukan protes dengan memajang spanduk berisi ungkapan kekecewaan, serta karangan bunga duka cita di depan eks Pasar Weleri mulai Rabu malam (29/3/2023).
Di antaranya spanduk bertuliskan “Adzab pedih bagi siapapun yang mengambil keuntungan pribadi maupun kelompok diatas penderitaan rakyat”, dan “Jangan di parkir pembangunan Pasar Weleri Kami Para Petinggiku!! Kami sudah lapar”.
Sementara untuk karangan bunga bertuliskan “Turut berduka cita atas lambatnya Pemkab Kendal dalam menangani Pasar Weleri”.
Salah seorang anak pedagang Pasar Weleri I, Indra Hermawan menjelaskan, karangan bunga dan spanduk tersebut merupakan ungkapan atas kekecewaan para anak pedagang yang tergabung Forum Anak Pedagang Pasar Weleri.
“Pemerintah Kabupaten Kendal kami nilai lamban dalam menangani Pasar Weleri yang terbakar. Terbukti, dari tarik ulur pasar relokasi sampai tiga tahun pasca kebakaran ini,” ujarnya, Sabtu (1/4/2023).
Padahal, lanjut Indra, Pemkab Kendal telah mengumumkan pembangunan Pasar Weleri masuk dalam delapan program prioritas dan harus selesai tahun ini.
“Solusi yang selama ini diberikan tidak solutif. Terbukti, dari tarik ulur pasar relokasi sampai detik ini tiga tahun pasca kebakaran. Selain itu, pemerintah belum menemukan strategi jitu untuk pasar relokasi dan menangani derita dari korban,” jelas Indra.
Dirinya juga mengungkapkan, hingga saat ini belum ada perhatian khusus dari pemerintah kepada para korban atau para pedagang paska kebakaran baik bantuan moril maupun materil.
“Padahal telah jatuh korban. Ada eks pedagang Pasar Weleri yang psikisnya terganggu, bahkan ada yang sampai meninggal dunia,” ungkap Indra.
Indra menilai tidak adanya sinergi yang baik antara pemerintah dan pedagang. Menurutnya, pemerintah hanya merangkul sebagian kecil pedagang dan tidak mencakup semua elemen pedagang.
Ia dan teman-temanya yang senasib berharap, pemerintah dapat menjadikan pembangunan Pasar Weleri sebagai skala prioritas.
“Karena sampai saat ini belum ada kejelasan pastinya kapan akan dimulai, sementara kami para pedagang sudah sangat haus informasi nasib Pasar Weleri tersebut secara jelas dan pasti,” tandas Indra.
Sebelumnya, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto berjanji, pembangunan Pasar Weleri akan mulai dilakukan pada awal tahun 2023 menggunakan anggaran APBD.
Saat ini pasar sudah mulai dibongkar dan pembangunan akan dilakukan dalam dua tahap.
“Ditargetkan pada akhir tahun 2023 nanti para pedagang sebanyak 1.300 orang sudah bisa memasuki Pasar Weleri yang sudah rampung dikerjakan di tahap satu. Mengingat Pasar Weleri dibangun menjadi dua tahap, karena pastinya lebih besar dari sebelumnya. Sedangkan tahap kedua akan dibangun di tahun 2024,” kata Bupati.
Sedangkan Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun mengatakan, pembangunan tahap satu Pasar Weleri dianggarakan dengan APBD Kebupaten Kendal sebesar Rp 55 miliar. (HS-06)