HALO SEMARANG – Francesco Bagnaia sudah mampu menyamai pencapaian Casey Stoner dalam hal memenangi tiga balapan beruntun.
Stoner mencetak hattrick pada MotoGP Inggris 2008, Belanda 2008, dan Jerman 2008.
Sementara Pecco, panggilan akrab Bagnaia, berjaya pada Grand Prix (GP) Belanda 2022, Inggris 2022, dan Austria 2022.
Bukan itu saja, pembalap Lenovo Ducati itu bahkan sudah menang lima kali pada musim ini.
‘’Saya harus mengejar poin. Ini tentang menjadi pintar selama balapan dan mendapatkan hasil terbaik di akhir,’’ kata Bagnaia seperti dilansir dari Speedweek.
Mantan anak didik Valentino Rossi ini bertekad untuk tak membuat kesalahan lagi di trek.
Pecco wajib selalu menang dalam tujuh balapan sisa demi menembus puncak klasemen MotoGP 2022.
Dalam klasemen sementara, dia masih tertinggal 44 poin di belakang sang pemuncak, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha)
‘’Saya sudah terjatuh dua kali, dan itu menjadi pelajaran berharga,’’ tuturnya.
Pembalap berkebangsaan Italia ini juga tak mau memikirkan soal memecahkan rekor Stoner.
Stoner adalah pembalap terakhir Ducati yang menjadi juara dunia MotoGP pada 2007.
Setelah itu pabrikan Italia ini tak mampu menempatkan pembalap terbaiknya di posisi teratas.
Pecco merupakan andalan utama Ducati untuk menyamai pencapaian Casey.
‘’Saya enggan memikirkan tentang gelar juara dunia. Saya lebih senang melakoni balapan demi balapan dengan baik,’’ (HS-06)