in

Tetap Produktif, Penyintas Tuberkulosis Dibekali Kompetensi Ecoprint

Karya sejumlah penyintas Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Batang, setelah mengikuti pelatihan membuat batik ecoprint di Puskesmas Tulis, Kabupaten Batang, Senin (16/10/2023), (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG– Sejumlah penyintas Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Batang, mengikuti pelatihan keterampilan membuat batik ecoprint.

Pelatihan diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Batang, bekerja sama dengan Mentari Sehat Indonesia, Universitas Muhammadiyah Semarang, dan mahasiswa Undip Semarang, untuk membantu para penyintas agar produktif dan memperoleh penghasilan tambahan.

Ketua Mentari Sehat Indonesia Jawa Tengah, Supriyanto saat mendampingi peserta pelatihan, di Puskesmas Tulis, Kabupaten Batang, Senin (16/10/2023), menyampaikan pelatihan ini diberikan kepada mereka yang telah sembuh sepenuhnya dari TB.

“Ini masih pelatihan awal, langkah selanjutnya kami tetap berkoordinasi dengan Baznas, sekaligus melihat perkembangan selanjutnya untuk terus memberikan perhatian, termasuk kemampuan pemasaran, sehingga pelatihan ini benar-benar efektif,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Ia menerangkan, dipilihnya ecoprint karena sangat mudah pengaplikasiannya bagi para penyintas TB.

“Motifnya sangat mudah, karena cuma daun di lingkungan sekitar dengan cukup ditempel saja dan tidak serumit batik tulis,” jelasnya.

Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum dan SDM Baznas Batang, Muntoro Abdurrohman mengatakan Baznas selalu berupaya memberikan pelatihan produktif, khususnya bagi penyintas TB dengan pelatihan batik ecoprint.

“Batik ecoprint ini masih langka, jadi jika dipasarkan nanti konsumen juga akan tertarik karena keunikannya,” terangnya.

Pelatihan yang diberikan Baznas tidak hanya satu jenis, namun beragam dengan menyesuaikan kemampuan para penyintas.

“Ada tiga penyakit yang para penyintasnya menjadi fokus kami, untuk dibekali kemampuan berwirausaha,yakni Aids, TB dan malaria,” tuturnya.

Salah satu penyintas TB, Daroyi menyampaikan, usai menjalani pengobatan selama 13 bulan tetap berusaha agar produktif dengan berwirausaha. Meski demikian, kemampuan lain pun terus diasah, salah satunya dengan mengikuti pelatihan ecoprint.

“Setelah mendapatkan pelatihan rencana pingin buka bisnis batik ecoprint karena bahannya mudah didapat di sekitar kita. Ini bukti bahwa para penyintas tetap produktif,” ujar dia. (HS-08)

Peringati Hari Pangan Sedunia, Perhiptani Batang Berikan Beras ke Warga Kurang Mampu

ASN Boleh Simak Visi Misi Capres Asalkan Tetap Netral