in

Tetap Bisa Mengelak

HALO SEMARANG – Graham Potter tetap bisa mengelak dari tekanan yang dilakukan suporter Chelsea.

Di bawah arahan Poter, The Blues untuk kali ketiga secara beruntun menelan kekalahan di semua ajang.

Si Biru berturut-turut ditundukkan Borussia Dortmund di Liga Champions dan Southampton 0-1, serta 0-2 dari Tottenham Hotspur (Liga Primer Inggris).

Kepercayaan dan kesabaran fans Si Biru terhadap Potter kian menipis.

Seruan meminta Chelsea memecat eks manajer Brighton & Hove Albion itu menggema di media sosial.

Potter bahkan dilabeli sebagai pelatih kepala terburuk The Blues sepanjang sejarah.

Perasaan murka suporter sangat beralasan karena sejak menggantikan Thomas Tuchel pada September 2022, Potter kini menjadi manajer Si Biru dengan rasio kemenangan terburuk di era Premier League.

Dari 18 pertandingan, dia hanya membawa klub peraih lima titel Premiership itu mengecap lima kemenangan.

Enam partai sisa berakhir imbang dan tujuh yang berujung dengan kekalahan.

Potter bukannya tidak tahu sentimen negatif yang mengiringi dirinya.

Dia juga sadar performa skuadnya jauh di bawah standar dan itu adalah tanggung jawabnya.

’’Hasil ini tidak bagus untuk klub, dan itu semua tanggung jawab saya,’’ ujar Potter seperti dilansir dari Stats Perform.

Dalam pandangan Graham, para pemain sudah memberikan segalanya dan kini mereka menderita.
Kendati sedang terpuruk, untuk sementara Potter belum dipecat.

Para pemilik Chelsea masih memberikan kepercayaan dan bersabar terhadap Potter.

Graham menjawab kecaman ini dengan menuturkan, dia butuh waktu seperti halnya Mikel Arteta saat melatih Arsenal dan Klopp ketika menangani Liverpool.

’’Tugas saya adalah tidak terlalu khawatir tentang itu,’’ tegasnya.

Pada laga selanjutnya di Premier League, The Blues bakal melawan Leeds United, 4 Maret mendatang.

Jika sampai kalah lagi, nasib Potter akan semakin suram dan rawan pemecatan. (HS-06)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Selasa (28/2/2023)ç

Berikan Kebebasan untuk Pembalap