in

Temui Pedagang Pasar Pagi Tumenggungan, Bupati Kebumen Nyatakan Sudah Minta Polisi Tangkap Pelaku Pungli

 

HALO KEBUMEN – Bupati Arif Sugiyanto meminta Polres Kebumen untuk menindak dan menangkap pelaku pungutan liar (pungli) di Pasar Pagi Tumenggungan. Selama ini kegiatan para pelaku pungli tersebut sudah meresahkan pedagang.

Penegasan itu disampaikan Bupati Arif Sugiyanto, ketika bersama jajaran pimpinan OPD, menemui para pedagang kecil di Pasar Pagi Tumenggungan, Minggu (30/1).

Kedatangan Bupati juga untuk mengetahui kondisi pasar, setelah sebelumnya ramai dibicarakan terkait adanya pungutan liar (pungli).

Bupati tampak menemui para pedagang sayur dan buah, untuk menanyakan harga bahan makanan pokok, serta pungli yang sempat meresahkan pedagang. Dari dialog dengan pedagang, Bupati memperoleh informasi bahwa di pasar tersebut terjadi pungli.

“Dari perbincangan dengan para pedagang, mereka banyak bercerita untuk bisa buka lapak di sini dimintai Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta. Bahkan pertahunnya ada yang dimintai Rp 1 juta. Belum perharinya Rp 2.000. Alhamdulillah sudah lebih dari 1 minggu ini, tarikan liar tidak ada,” kata Bupati, seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Bupati memastikan, pungli tidak ada lagi. Masyarakat bisa berjualan di pasar pagi tanpa dimintai uang lapak. Demikian juga pungutan Rp 2.000. Pemerintah melalui pengurus pasar hanya menarik uang kebersihan Rp 500, yang merupakan tarikan resmi.

“Jadi silakan bagi masyarakat yang ingin berdagang bisa datang langsung ke pasar pagi,” tutur Bupati.

Untuk memastikan pungli tidak berlanjut, Bupati juga sudah meminta kepolisian untuk menangkap para pelaku.

“Kami sudah berkoodinasi dengan kepolisian, agar pelaku segera ditindak. Diproses sehingga tidak ada lagi,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Disperindag, Frans Haidar mengatakan pihaknya akan menyosialisasikan Perda Retribusi, agar pedagang dapat membedakan pungutan resmi dengan yang ilegal.

Pihaknya juga akan melakukan penataan pedagang, agar tertata rapih dan bersih.

“Sesuai arahan Pak Bupati, pembenahan dan penataan harus dilakukan agar terlihat rapih. Misalnya soal sampah, bagaimana agar pasar tidak terlihat kotor. Kemudian lampu penerangan, dan juga fasitas air bersih. Nanti akan diperbaiki agar pedagang lebih nyaman,” ujar Frans.

Adapun terkait pungli, Frans juga memastikan saat ini pungli di Pasar Tumenggungan tidak ada lagi. Jika nantinya ke depan pungli muncul lagi, Frans meminta kepada para pedagang untuk melaporkan ke petugas pasar, agar segera ditindak.

“Atau bila perlu lapor ke penegak hukum, agar bisa diproses secara hukum. Kita berharap ini tidak ada lagi. Demikian juga untuk pasar-pasar lain, kita juga terus berkoordinasi kepada pengurus pasar agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik  dan memastikan tidak ada tarikan kepada pedagang di luar tarikan resmi,” tandasnya. (HS-08)

Muslimat NU Diharapkan Terus Bersinergi Untuk Kemaslahatan Bersama

Kasus Dugaan Perkosaan Istri Pelaku Judi di Boyolali, Polisi: Tetap Kedepankan Pelapor Sebagai Korban