HALO KENDAL – Masyarakat Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, kini mengandalkan tanaman tembakau dan bawang merah sebagai hasil pertanian utama, selain padi tentunya.
Tidak mengherankan bila komoditas tersebut menjadi andalan pertanian mereka. Bahkan dalam logo desa yang terletak di pintu masuk desa juga ada simbol tanaman tembakau dan bawang merah.
Kepala Desa Kedunggading, Kafidin mengatakan, masyarakatnya mengandalkan hasil perkebunan tembakau dan bawang merah, karena kedua komuditas tersebut menjadi alternatif yang menguntungkan.
“Tembakau dan bawang merah kini menjadi andalan pertanian dari desa kami. Dengan kombinasi tembakau dan bawang merah, petani bisa mengurangi risiko ketergantungan pada satu komoditas dan meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Kafidin menjelaskan, untuk bawang merah memang tidak mengenal musim. Sementara tembakau setahun sekali, atau hanya dutanam saat musim kemarau.
“Bawang merah setahun bisa empat kali tanam. Terkadang juga ada yang menanam padi untuk sirkulasi tanah, sehingga meningkatkan produktivitas, kesuburan, dan keberlanjutan lahan,” jelasnya.
Kafidin menyebut, dengan menanam tembakau maupun bawang merah, kesejahteraan petani di desanya cukup menggembirakan.
“Itu juga untuk menyiasati bila harga bawang merah anjlok, bisa dipergunakan untuk bibit. Jadi rogram ini ternyata berdampak positif bagi petani,” ungkapnya.
Sementara warga setempat, Wakidin mengatakan, pertanian tembakau dan bawang, sudah menjadi budaya turun temurun dan kini masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Kedunggading.
“Menanam tembakau maupun bawang merah itu sudah turun-temurun di desa kami. Itu menunjukkan, bahwa petani di Desa Kedunggading menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan,” ujarnya.(HS)


