HALO SEMARANG – Penataan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membawa harapan baru bagi dunia olahraga daerah. Setelah pelantikan pejabat di lingkungan Pemprov Jateng pekan lalu, urusan olahraga kini berdiri sendiri dan tidak lagi digabung dengan sektor pariwisata.
Jika sebelumnya berada di bawah satu atap Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, kini bidang tersebut dipisah menjadi dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pemisahan ini diharapkan membuat pembinaan dan pengembangan olahraga lebih fokus dan terarah.
Kepala Dispora Provinsi Jawa Tengah, Masrofi, menyatakan pemisahan tersebut menjadi momentum penting untuk menggenjot prestasi olahraga, baik olahraga prestasi maupun olahraga kemasyarakatan.
“Kami sekarang memangku Dinas Pemuda dan Olahraga. Tujuannya jelas, meningkatkan prestasi olahraga di Jawa Tengah. Tidak hanya olahraga prestasi, tetapi juga olahraga kemasyarakatan,” ujar Masrofi usai menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jawa Tengah periode 2025–2029 di Wisma Perdamaian, Selasa (20/1/2026).
Masrofi menambahkan, fokus pembinaan tersebut selaras dengan target dan kontribusi Jawa Tengah di berbagai ajang olahraga nasional maupun internasional. Salah satunya pada ASEAN Para Games 2026 di Thailand yang berlangsung pada 20–26 Januari 2026.
“Jawa Tengah mengikuti 62 dari 68 cabang olahraga yang dipertandingkan. Kami mendukung penuh upaya mempertahankan Indonesia sebagai juara umum,” jelasnya.
Komitmen peningkatan prestasi juga ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu kembali menyampaikan target Jawa Tengah menembus tiga besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.
“Harapannya Jawa Tengah bisa meraih prestasi tersebut. Semoga penataan ini bisa menggelorakan olahraga di Jawa Tengah. Syukur-syukur, ke depan kita bisa kembali menjadi tuan rumah,” kata Gus Yasin.
Pada kesempatan yang sama, Gus Yasin juga memberikan apresiasi kepada pengurus Perwosi Jawa Tengah yang didominasi para mantan atlet wanita. Meski sebagian besar telah berusia lanjut, semangat mereka dalam mengabdikan diri bagi kemajuan olahraga dinilai tetap tinggi.
“Bangsa yang maju itu poin utamanya sehat. Sehat jasmani dan rohani. Kalau warganya sehat, daerahnya juga akan maju,” ujarnya.
Ketua Perwosi Jawa Tengah, Sri Lestari Soediro, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Jateng selama ini. Menurutnya, Perwosi konsisten mendedikasikan diri melalui prestasi, khususnya dalam ajang senam kreasi di berbagai tingkat.
“Kami selalu berupaya menjaga dan menampilkan esensi budaya Jawa Tengah dalam setiap senam kreasi yang ditampilkan,” kata Sri Lestari.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menilai peran Perwosi kini setara dengan KONI dalam pengembangan olahraga daerah. Ia pun mengajak seluruh organisasi olahraga untuk bergerak bersama.
“Mari kita satukan langkah dan wujudkan target Jawa Tengah tiga besar pada PON mendatang,” pungkasnya.(HS)