HALO BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang telah mengerahkan ekskavator untuk mengeruk muara sungai Sungai Sambong, Kebupaten Demak, di dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor.
Muara Sungai Sambong yang semula dangkal tersebut, dipulihkan agar kapal tak lagi kesulitan bersandar.
Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Batang, Agung Wisnu Bharata, ketika mengunjungi TPI di Klidang Lor, Kabupaten Batang, untuk memantau kegiatan pengerukan, mengatakan pendangkalan muara sungai tersebut sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan bagi kelancaran distribusi hasil laut.
“Jadi hari ini kita pengecekan langsung ke lokasi pengerukan di muara sungai sambong tepatnya di TPI Klidang Lor. Karena ini sudah dangkal, kedalamannya mungkin sudah 1 meter sehingga kapal tidak bisa masuk,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id, Senin (19/1/2026).
Memangkas Biaya
Selama ini, pendangkalan muara menyebabkan kapal-kapal yang membawa hasil laut, sering tertahan dan harus ditarik menggunakan bantuan tenaga tambahan, agar bisa masuk ke dermaga.
Nelayan pun terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk keperluan tersebut. Dengan adanya pengerukan, kapal-kapal bisa langsung masuk ke muara, sehingga nelayan tak perlu mengeluarkan biaya tambahan.
Agung menjelaskan, bahwa tujuan utama pengerukan ini adalah memberikan kemudahan bagi lalu lintas kapal. Jika akses keluar-masuk lancar, biaya operasional nelayan pun bisa ditekan.
“Tujuan pengerukan itu untuk mempermudah lalu lintas kapal, baik yang masuk maupun keluar. Kalau tidak dikeruk itu kapalnya nanti ditarik, itu memerlukan biaya yang cukup banyak tambahan bagi nelayan,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.
Selain aspek ekonomi, pengerukan sepanjang kurang lebih 300 meter ini merupakan strategi mitigasi bencana.
Mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan, kelancaran aliran air sungai menuju laut menjadi kunci utama agar wilayah sekitar tidak terendam banjir.
“Dengan muara yang lebih dalam, kapasitas tampung dan laju air diharapkan meningkat drastis. Kemudian juga musim hujan dan banjir, air mengalir ke laut juga sangat tinggi sekali. Kalau ini dikeruk, nanti insyaallah, air hujannya cepat mengalir ke laut untuk meminimalisir banjir di wilayah Sungai Sambong,” harapnya.
Kegiatan normalisasi ini direncanakan berlangsung secara berkala untuk menjaga kedalaman ideal muara.
Untuk tahap awal di bulan ini, petugas diterjunkan secara intensif guna mengejar target volume pengerukan.
“Jadi setiap tahun kita ada 75 hari kegiatan pengerukan ini. Bulan pertama, 15 hari pengerukan. Langkah cepat ini diharapkan tidak hanya memperlancar sirkulasi kapal di TPI Klidang Lor, tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga Sambong dari ancaman banjir tahunan,” kata dia. (HS-08)