HALO BREBES – Pemerintah Kabupaten Brebes mengharuskan setiap pengembang perumahan di wilayahnya menyediakan lahan hijau, agar kawasan tersebut teduh dan rindang.
Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes, Sutrisno, baru-baru ini dalam apel bersama memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas).
Dalam kegiatan di halaman Rusunawa Limbangan Kulon, Brebes tersebut, dilaksanakan pula kegiatan penanaman pohon penghijauan, di Rusunawa Brebes.
Penanaman pohon antara lain mangga, nangka, kelengkeng, dan pohon pelindung lainnya, dilakukan Pj Bupati Brebes, diwakili Asisten Sekda bidang Enonomi dan Pembangunan Agus As’Ari, Kepala ATR/BPN Siyamto, Staf Ahli Bupati, serta para kepala OPD dan pejabat lainnya.
Lebih lanjut Sutrisno mengatakan area yang dibutuhkan untuk membangun ruang terbuka hijau, minimal 10 persen dari total lahan perumahan tersebut.
Adapun bibit yang ditanam di lahan itu, adalah buah-buahan agar dapat diambil manfaatnya.
Jika makin banyak pohon yang ditanam, maka di kawasan permukiman tersebut terdapat resapan air yang makin luas.
Kawasan permukiman itu pun menjadi asri dan rindang, sekaligus tersedia pangan dari pekarangan.
Terkait kebutuhan perumahan di Kabupaten Brebes, dia mengungkapkan sebanyak 33.000 unit.
Pemerintah juga masih harus mengupayakan untuk membangun atau memperbaiki 13.000 unit rumah tidak layak huni.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah memprogramkan Tuku Lemah Olih Umah bagi keluarga berpenghasilan rendah atau pun yang terkena bencana,” ungkapnya.
Hapernas ini diharapkan dapat membangun semangat kepedulian pembangunan perumahan dan kawasan permukiman untuk masyarakat luas serta mendukung program yang berwawasan lingkungan.
Atas nama Pj Bupati Agus As’Ari berharap penghijauan dalam wujud penanaman pohon dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Sehingga penghijauan yang sedang diusahakan dapat berhasil dengan baik.
Penghijaun menjadi investasi yang kelak akan menyediakan lingkungan rumah tinggal yang asri, sehat dan pasokan air yang melimpah bagi masyarakat di kehidupan mendatang.
“Bukan hanya turut serta menanam pohon, namun juga terlibat pemeliharaan kecintaan terhadap generasi mendatang,” harapnya.
Selain apel dan tanam pohon, Harpenas yang mengusung tema “Melanjutkan kolaborasi wujudkan hunian layak, berkelanjutan dan terjangkau untuk semua” diisi dengan berbagai kegiatan.
Beberapa di antaranya adalah pembagian bansos berupa telur di Desa Pangarasan, donor darah di gedung Korpri, penyerahan bantuan Jamban di Desa Kertabesuki, Sawojajar dan Pesantunan, bedah rumah di Desa Pangabean Losari, dan podcast. (HS-08)