HALO PEKALONGAN – Pendaftaran pelatihan barista oleh Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan, ternyata mendapat sambutan luas dari masyarakat setempat.
Antusiasme masyarakat untuk mengikuti pelatihan barista, yang akan dilaksanakan Juni 2023 mendatang ini, disampaikan pamong belajar SKB Kota Pekalongan, Rizki Ainul Imud Islamiah, Selasa (31/1/2023).
Dari target 30 peserta yang ditetapkan oleh SKB Kota Pekalongan, pendaftar pelatihan barista sudah mencapai 176 orang.
Menurutnya, jumlah peminat yang mencapai 176 orang itu, dicapai kurang dari sepekan setelah pendaftaran dibuka.
Namun karena keterbatasan kuota, pihaknya terpaksa menyaring dengan melihat kesesuaian persyaratan dan jumlah kuota yang diperlukan yakni 30 peserta.
“Animo luar biasa, sehingga sudah ditutup,” kata dia, seperti dirilis pekalongankota.go.id.
Dia menjelaskan SKB Kota Pekalongan menjaring warga sekitar Pekalongan terutama untuk anak muda usia produktif 17-25, supaya mereka bisa lebih produktif.
“Syarat yang lain tidak bekerja atau kuliah dan tidak sedang menerima program yang lain, supaya lebih fokus dan benar-benar memberikan kesempatan bagi warga yang membutuhkan pelatihan ini,” kata dia.
Rencananya pelatihan akan diadakan di mulai Juni mendatang, selama 30 hari, setiap Senin hingga Kamis.
Dalam pelatihan tersebut, peserta akan diberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai jenis-jenis serta karakter kopi, peralatannya, keterampilan teknik meracik dan menyeduh kopi, serta memilih biji kopi yang bagus.
“Nantinya ketika mereka ini terserap ke dunia kerja mereka sudah terlatih dan bersertifikat, sehingga dari perusahaan yang membutuhkan tidak perlu bersusah payah, jadi sudah siap dulu nih dari SDM-nya,” kata dia.
Ia menambahkan, melihat animo besar dari warga Kota Pekalongan, pihaknya kelak akan menggelar kembali pelatihan yang sama.
“Alhamdulillah kami sudah memiliki peralatan, yang insyaallah cukup lengkap. Jadi semoga pelatihan barista bisa kami adakan lagi,” kata dia.
Dia juga mengatakan saat ini tak mudah untuk mendapatkan pekerjaan. Masyarakat membutuhkan keterampilan dan kompetensi, baik untuk memperoleh pekerjaan, maupun membuka usaha mandiri.
Pelatihan ini digelar, sebagai bagian dari upaya SKB Kota Pekalongan, untuk mengoptimalkan perannya membantu warga setempat, dalam meningkatkan kecakapan hidup dengan menggunakan keterampilan dan kompetensi yang dimiliki.
Salah satu peluang yang ada dan tengah berkembang saat ini, adalah usaha yang berkaitan dengan kopi, termasuk di antaranya cafe.
“Kita tahu tren kopi sangat berkembang dewasa ini, apalagi di Kota Pekalongan banyak sekali cafe atau tempat usaha yang berkaitan dengan kopi. Banyak juga anak muda yang tertarik dengan kopi, yang tadinya mungkin profesi barista tidak dilirik semakin ke sini semakin banyak peminatnya,” katanya.
Dengan memiliki keterampilan sebagai barista, para peserta nantinya dapat memperoleh pekerjaan di bidang tersebut, atau membuka usaha sendiri.
“Paling tidak apabila tidak bisa menggunakan bekal ini di lingkungan kerja, mereka bisa menggunakan untuk pribadi atau bahkan membuka lapangan kerja baru,” kata dia. (HS-08)