HALO KUDUS – Bencana longsor dan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Sriyayitu (53), warga RT 5 RW 5 Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog. Peristiwa tragis tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Kudus, Minggu (11/1/2026) sekira pukul 13.00 WIB.
Dari berbagai sumber, saat kejadian, korban berada di dalam rumah yang juga digunakan sebagai warung bersama suaminya, Nur Mursidi.
Diketahui, bagian belakang rumah korban terdapat sebuah bukit kecil yang rawan longsor dan kerap mengalami pergerakan tanah saat hujan deras.
Nahas, material longsor tiba-tiba ambrol dan menimpa bagian belakang rumah. Korban yang berada di area tersebut terjepit di antara tembok rumah dan timbunan tanah. Suami korban yang mengetahui kejadian itu langsung meminta bantuan warga sekitar.
“Iya benar, satu orang meninggal dunia akibat bencana longsor di Desa Menawan, Kecamatan Gebog,” ujar Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan. Ditambahkan, Saat ini korban sudah dievakuasi ke rumah warga dan dalam proses pemakaman.
Selama dua hari terakhir, bencana tanah longsor memang terjadi di sejumlah wilayah di kawasan Pegunungan Muria, Kudus. Berdasarkan data BPBD Kudus, terdapat puluhan titik longsor yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Gebog, Dawe, dan Bae.
Beberapa desa yang terdampak longsor di antaranya Rahtawu, Menawan, Japan, Kuwukan, Ternadi, Colo, hingga Gondangmanis. BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi-lokasi rawan bencana.
Selain longsor, curah hujan tinggi juga memicu banjir di sejumlah wilayah dataran rendah. Bahkan, genangan air sempat merendam jalur Pantura Kudus–Pati di beberapa titik, seperti Hadipolo dan Karawang dengan ketinggian hingga 50 sentimeter
Meski genangan di ruas jalan nasional tersebut relatif cepat surut, banjir sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Aparat kepolisian harus bekerja ekstra untuk mengatur kendaraan yang melintas agar kemacetan tidak semakin parah.
Luapan air sungai juga mengakibatkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Mejobo, di antaranya Jojo, Kesambi, Mejobo, Golantepus, dan Temulus. Genangan air di wilayah ini dipengaruhi oleh tingginya curah hujan dari kawasan Pegunungan Muria, khususnya di Kecamatan Dawe.
Sementara, di Kecamatan Kaliwungu, banjir juga merendam beberapa titik di Desa Mijen, Setrokalangan. Meski demikian, belum ada informasi mengenai warga yang harus dievakuasi.(HS)