in

Rakerda PSI Semarang Diwarnai Interupsi, DPC Sampaikan Aspirasi soal Kepengurusan

Pengurus DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang saat memberikan keterangan pers usai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Trizz Semarang, Minggu (11/1/2026) sore.

HALO SEMARANG – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang yang dirangkai dengan serah terima jabatan (Sertijab) kepengurusan periode 2025–2030 diwarnai penyampaian aspirasi struktural dari sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI se-Kota Semarang.

Rakerda PSI Semarang tersebut digelar di Hotel Trizz Semarang, Minggu (11/1/2026) sore. Agenda ini semula berjalan formal, namun kemudian berkembang menjadi ruang terbuka dinamika internal antara jajaran DPD, DPC, serta pengurus PSI tingkat provinsi.

Interupsi muncul saat pembacaan susunan kepengurusan baru DPD PSI Kota Semarang. Sejumlah peserta dari DPC PSI se-Kota Semarang menyampaikan keberatan dan aspirasi mereka secara langsung di tengah forum.

Situasi tersebut terjadi ketika Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo, membacakan Surat Keputusan kepengurusan baru DPD PSI Kota Semarang sekaligus memimpin prosesi resmi Rakerda dan Sertijab.

Akibat dinamika yang berkembang, panitia sempat meminta awak media yang meliput untuk keluar dari ruangan. Langkah itu dilakukan agar forum internal antara DPD PSI Kota Semarang, perwakilan DPC, serta Ketua DPW PSI Jawa Tengah dapat berlangsung tertutup.

Diskusi internal tersebut disebut sebagai bagian dari proses konsolidasi dan penyelarasan organisasi dalam rangka Sertijab kepengurusan DPD PSI Kota Semarang.

Tak lama berselang, Ketua DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantiyo, memberikan keterangan kepada awak media. Ia menegaskan bahwa dinamika yang terjadi dalam Rakerda dan Sertijab merupakan pembelajaran penting bagi seluruh kader PSI di Semarang.

“Hari ini kita belajar bahwa sedang ada proses penyelarasan dan pendewasaan politik di DPD PSI Kota Semarang. Dari Rakerda dan Sertijab ini, kami mematuhi segala bentuk perintah dan tugas dari DPP PSI,” ujar Bangkit.

Bangkit juga menegaskan kesiapan DPD PSI Kota Semarang untuk menjalankan arahan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, guna menjadikan Semarang sebagai “Kandang Gajah”.

Lebih lanjut, ia menyampaikan target politik PSI Semarang ke depan. Melalui hasil Rakerda dan konsolidasi DPC, PSI Kota Semarang menargetkan perolehan 15 kursi DPRD Kota Semarang pada Pemilu 2029. Target tersebut meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan perolehan kursi PSI saat ini.

Bangkit menambahkan, Rakerda PSI Semarang tetap terbuka bagi seluruh kader, simpatisan, jajaran DPC, serta masyarakat umum sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan partisipasi politik.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi PSI, Irwan Leokita, menilai dinamika yang terjadi dalam Rakerda sebagai proses yang wajar dalam sebuah organisasi politik.

“Perbedaan pandangan dan aspirasi adalah bagian dari dinamika organisasi. Yang penting, semuanya kembali pada tujuan bersama membesarkan partai,” ujarnya.

Di sisi lain, salah satu pengurus DPC PSI menyampaikan aspirasi yang lebih kritis. Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif, mengungkapkan adanya dugaan sabotase dalam proses penyusunan kepengurusan DPD PSI Kota Semarang.

“Kami menduga ada sabotase terhadap susunan kepengurusan yang diusulkan DPD PSI Kota Semarang ke DPP, padahal itu telah disepakati seluruh DPC,” kata Hanif di sela-sela Rakerda.(HS)

Tanah Longsor di Kudus, Satu Orang Meninggal Dunia

Gelar Kajian Perdana di Masjid IKN, Menag Bahas Makna Bismillah