
HALO SPORT – Pedro Acosta diminta tak usah terburu-buru naik ke kelas utama pada MotoGP 2022.
Pedro (16) melakoni debut pada Moto3 dengan sangat mengesankan. Pemabalap berkebangsaan Spanyol itu selalu naik podium dalam empat balapan pertamanya musim 2021.
Dari empat balapan tersebut, pembalap Red Bull KTM Ajo ini tiga kali menjadi juara. Tidak ada pembalap lain yang pernah mencetak pencapaian serupa sejak balap motor grand prix lahir pada 1949.
Aki Ajo, bos tim yang dibela Acosta, menyatakan pembalap kelahiran Mazarron ini memiliki karakter, sikap, dan talenta yang kuat. Kelebihannya adalah kendali saat memasuki tikungan.
Ajo menilai anak asuhannya punya kemampuan alami untuk memaksa motornya berbelok dengan sudut yang diinginkannya. Keahlian dalam memasuki tikungan merupakan elemen penting pada MotoGP saat ini.
‘’Dia memiliki gaya berkendara dari generasi baru. Bagi saya, gaya baru ini sedikit mirip pada semua kategori,’’ tutur Ajo seperti dilansir dari Motorsport Magazine.
Kini, beberapa gagasan muncul soal potensi Acosta mengikuti jejak Jack Miller yang langsung melompat dari kelas Moto3 ke MotoGP pada 2015.
Namun, Pedro harus menunggu dua tahun lagi untuk mencapai batas usia minimal pembalap di MotoGP, yakni 18 tahun.
Acosta juga masih terancam melewatkan beberapa balapan jika terjun ke kelas utama pada 2023 ketika usianya menginjak 18 tahun.
Pasalnya, usia minimal pembalap kelas utama dihitung pada tanggal lahir. Dalam kasus Pedro, tanggal 25 Mei.
Namun, Pedro bisa berharap Komite Grand Prix menyetujui peraturan baru soal batas usia karena luluh dengan talenta istimewanya.(HS)