in

Tahun Baru Imlek 2022, Kelenteng Tay Kak Sie Akan Batasi 100 Orang

Sekretaris Yayasan Tay Kak Sie, Andre saat berada dalam Kelenteng. (Foto : TitoIsnau)

 

HALO SEMARANG – Pengurus Kelenteng Tay Kak Sie Kota Semarang, di Jalan Gang Lombok No 62, kawasan Pecinan Semarang, akan membatasi jumlah umat yang bersembahyang di tempat itu, maksimal 100 orang. Pembatasan ini dilakukan untuk mencegah kerumunan, yang dapat memicu penyebatan Covid-19.

Hal itu disampaikan Sekretaris Yayasan Tay Kak Sie, Andre Wahyudi, berkaitan dengan sembahyang dan perayaan Tahun Baru Imlek 2537 Kongzili, yang jatuh pada 1 Februari 2022.

“Ini untuk mengantisipasi menumpuknya jumlah umat yang akan bersembahyang. Pembatasan tersebut kami lakukan, karena Kota Semarang masih masuk PPKM level 2,” kata dia, Sabtu (22/01/2022).

Menurut Andre, jumlah 100 orang tersebut, sudah memperhitungkan 50 persen dari kapasitas ruangan. Pihaknya juga akan menerapkan pembagian waktu secara bertahap, sehingga masyarakat Konghucu bisa beribadah dengan merata.

“Misalnya ada 50 orang yang akan bersembahyang akan kami izinkan masuk terlebih dahulu, setelah selesai dan keluar Kelenteng, umat lainnya baru kami izinkan masuk,” paparnya.

Selain itu, berkaitan dengan PPKM level 2 di Kota Semarang, pihaknya tidak akan menggelar perayaan besar.

“Mengingat masih level 2 jadi tidak ada perayaan besar, kegiatan saat Imlek kami fokuskan untuk beribadah,” katanya.

Terdapat beberapa agenda yang akan digelar oleh Kelenteng Tay Kak Sie menjelang Imlek. Seperti pembagian angpau dan sembako.

“Pembagian angpau dan sembako menjadi agenda tahunan kami, ada sekitar 1.500 angpau dan paket sembako yang kami bagikan ke masyarakat,” katanya.

Andre juga mengatakan, Tay Kak Sie merupakan kelenteng dengan altar terbanyak di Kota Semarang, yakni mencapai 29 altar. “Itu bisa dikatakan paling besar, bukan karena bangunan, namun karena banyaknya altar,” kata dia.(HS)

Bupati Said Resmikan Masjid di RSUI Boyolali

Di Tangan Warga Leduwi Semarang Ini, Kardus Bekas Bisa Jadi Kepala Barongsai