in

Sulut Tuan Rumah Pesparani IV 2027, Menag : Semoga Hadirkan Suasana Kebatinan yang Sejuk

Menag Nasaruddin Umar menyerahkan SK Panitia Pesparani IV 2027, diterima Ketua Umum LP3KN Muliawan Margadana, didampingi Wagub Sulut Victor Mailangkay di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Sulawesi Utara bakal menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional IV 2027.

Perhelatan nasional ini tidak hanya menjadi panggung musik gerejawi, tetapi juga ajang menghadirkan kebangkitan spiritual, inovasi seni, serta keterlibatan aktif seluruh umat lintas agama.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menekankan bahwa perhelatan ini harus dimaknai sebagai sebuah liturgi, yang membangkitkan rasa untuk menghargai keberagaman, sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Kepastian penyelenggaraan ini, ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Panitia Pesparani Katolik Nasional IV 2027 oleh Menag di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

SK tersebut diterima Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay dan Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Muliawan Margadana.

Menag menegaskan bahwa kehadiran Pesparani, agar tidak hanya dilihat sebagai agenda rutinitas atau kompetisi biasa, melainkan sebuah liturgi yang mampu merawat nilai-nilai kebangsaan.

“Saya sangat berharap Pesparani ini kita menampilkan sesuatu yang lebih khas, distingtif. Kehadiran Pesparani ini harus dimaknai sebagai sebuah liturgi yang bisa membangkitkan rasa keberagaman itu sendiri. Jadi memperkuat silaturahmi,” ujar Nasaruddin Umar, seperti dirilis kemenag.go.id.

Menag menambahkan bahwa hal terpenting yang harus dicapai adalah kebangkitan spiritual masyarakat luas, terutama bagi generasi muda melalui pendekatan seni budaya.

“Yang kita perlukan di balik Pesparani ini adalah kebangkitan spiritual kita. Maka itu saya minta kepada teman-teman, nanti Pesparani ini semoga bisa menghadirkan suasana kebatinan yang sejuk, yang damai, basah. Terutama anak-anak muda kita, generasi muda kita itu harus diikat dengan suasana kesenian,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menag menginstruksikan untuk memastikan keterlibatan aktif dari seluruh pemeluk agama lain, seperti Islam, Hindu, dan Buddha.

Selain itu, mengingat Manado merupakan kota seni, Menag meminta panitia menghadirkan kreasi dan variasi baru di luar perlombaan, seperti seminar internasional tentang kesadaran beragama, yang juga diyakini memberikan efek ekonomi positif bagi daerah.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menyatakan kesiapan penuh daerahnya untuk menjadi tuan rumah.

Ia menyampaikan bahwa Pesparani Katolik Nasional IV akan dilaksanakan di Manado dan Tomohon pada 16–21 November 2027.

Victor menjelaskan bahwa Pesparani tahun ini mengusung tema “Satu Harmoni, Berjalan Bersama dari Sulawesi Utara untuk Indonesia Rukun dan Bersaudara”.

Ia lanjut memaparkan bahwa ajang ini akan diisi oleh delapan rangkaian kegiatan utama, mulai dari upacara pembukaan, misa agung, pameran UMKM, seminar dan workshop, hingga parade seni serta prosesi Kristus Raja Semesta Alam. Terkait teknis perlombaan, Victor menjelaskan terdapat dua kategori utama.

Pertama, untuk lomba paduan suara, ada enam kategori yang dipertandingkan dari tingkat anak-anak hingga dewasa campuran.

Sementara untuk lomba perorangan, terdapat tujuh jenis perlombaan, mulai dari bermazmur dari berbagai kategori, cerdas cermat, hingga bertutur Kitab Suci.

Ketua Umum LP3KN, Muliawan Margadana, menjelaskan bahwa Pesparani Katolik Nasional ini bertujuan untuk pembinaan iman umat Katolik, sekaligus mengangkat aspek sosial-budaya dalam konteks liturgi.

Karya musik yang disajikan tidak hanya bernuansa Barat, tetapi juga mengintegrasikan kekayaan etnik Nusantara seperti Manado, Papua, Flores, hingga Dayak.

Muliawan menegaskan bahwa Pesparani membawa pesan kuat dari Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) sebagai ajang persaudaraan dan kebangsaan.

Hal ini, menurutnya, tercermin dari susunan kepanitiaan dan jajaran penasihat yang melibatkan tokoh-tokoh dari berbagai agama, sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda.

Ia lanjut menambahkan bahwa Pesparani IV diperkirakan akan dihadiri sedikitnya 10.000 peserta dan tamu dari 38 provinsi di seluruh Indonesia, termasuk jajaran Uskup se-Indonesia. Kehadiran ribuan kontingen ini menjadi panggung prestasi menuju ajang internasional sekaligus membawa dampak ekonomi  bagi masyarakat.

Dukungan penuh juga disuarakan oleh Sekretaris Eksekutif KWI, RD Nikasius Jatmiko (Romo Iko).

Romo Iko menegaskan bahwa pihak gereja, mendukung penuh penyelenggaraan Pesparani Katolik IV di Kota Manado sebagai tuan rumah.

Ia berharap gelaran ini menjadi sarana yang sangat baik bagi Gereja Katolik untuk terus mengambil bagian secara aktif dalam membangun kebaikan, toleransi, dan kemajuan bagi bangsa dan negara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, Dirjen Bimas Katolik Adiyarto Sumardjono, Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung, sejumlah pejabat pemerintah Sulawesi Utara dan Kementerian Agama. (HS-08)

 

 

Semarang Punya Tugas Besar di Porprov Jateng 2026, 29 Cabor hingga Seremoni Pembukaan

Belajar dari MTQ Semarang dan Pesparawi Manokwari, Menag Sebut Event Keagamaan Beri Dampak Ekonomi