HALO SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo berhasil memperoleh sejumlah prestasi dalam bidang kesehatan, termasuk cakupan imunisasi bayi hingga posyandu aktif.
Sejumlah prestasi itu disampaikan Bupati Sukoharjo Etik Suryani, dalam kegiatan verifikasi lanjutan program Kabupaten Kota Sehat (KKS) 2025.
Verifikasi lanjutan diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan, serta dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), baru-baru ini.
Menurut Bupati Sukoharjo Etik Suryani, capaian ini merupakan buah dari komitmen mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.
“KKS merupakan program, juga cerminan kondisi kesehatan dan kesejahteraan warga. Ini adalah hasil sinergi yang solid antara pemerintah dan masyarakat,” kata Bupati, seperti dirilis sukoharjokab.go.id.
Berdasarkan data yang dimiliki Pemkab, cakupan imunisasi bayi mencapai 99 persen.
Selain itu angka perokok remaja usia 10-18 tahun ditekan dari 3,65 persen menjadi 2,09 persen, sementara sekitar 1.200 posyandu aktif.
Ada pula inovasi unggulan seperti Pendampingan Ibu Hamil (Peniti), ASI Eksklusif (Cinta Sehati Asiek), dan Kurangi dan Cegah Stunting (Bulu Kucing), terbukti ampuh menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan ibu-anak.
Di sektor Permukiman dan Fasilitas Umum, pengelolaan sampah melonjak dari 75,89 persen menjadi 79,07 persen.
Program Zero Waste Family System, Gemas Ripah, Goez Asik, dan Dipa Sura berhasil menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Perlindungan sosial menguat dengan seluruh kasus kekerasan anak dan perempuan mendapat pendampingan penuh.
Sementara itu, Komando Penanganan Bencana Sukoharjo (Komandan Bejo) mengoptimalkan respon cepat dengan 832 relawan yang tercover BPJS Ketenagakerjaan hingga Agustus 2025.
“Capaian ini perlu kita pertahankan sekaligus tingkatkan. Kami terbuka terhadap masukan untuk mewujudkan Sukoharjo yang semakin sehat,” kata Bupati seperti dirilis sukoharjokab.go.id.
Sementara itu kegiatan verifikasi ini merupakan bagian dari penilaian nasional terhadap penyelenggaraan KKS, yang dilakukan setiap dua tahun sekali, sebagai tahapan menuju pemberian penghargaan Swasti Saba.
Program KKS telah diimplementasikan di 387 kabupaten / kota se-Indonesia, dengan Sukoharjo menjadi salah satu daerah, yang konsisten menunjukkan inovasi dan peningkatan kualitas. (HS-08)


