HALO PEMALANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pemalang, meminta masyarakat yang tinggal di dekat lereng Gunung Slamet tidak panik, menyusul status waspada gunung berapi tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang Andri Adi, saat melakukan pemantauan Gunung Slamet di Pos Pengamatan Pulosari belum lama ini.
“Untuk saat ini memang ada peningkatan aktivitas vulkanik baru – baru ini seperti peningkatan aktivitas kegempaan, namun berdasarkan penilaian dari PVMBG aktivitas tersebut masih berada di Level II (waspada),” ujar Andri, seperti dirilis pemalangkab.go.id, Jumat (17/5/2024)
Dia mengatakan kondisi terkini Gunung Slamet, berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sekarang masih berada dalam kondisi level II atau waspada.
Masih sama sejak PVMBG menyatakan pada tanggal 19 Oktober 2023 lalu, Gunung Slamet dinaikkan statusnya menjadi level II atau waspada, karena pada saat itu terjadi peningkatan aktivitas baik dalam frekuensi kegempaan maupun visual dan juga dari parameter yang lain, seperti peningkatan suhu mata air dan sebagainya.
Hal tersebut juga tertuang dalam siaran pers Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Muhammad Wafid, baru-baru ini.
Maka dari itu, warga masyarakat yang berada di sekitar lereng Gunung Slamet diminta tidak panik dan selalu memantau perkembangan situasi melalui sumber-sumber yang kredibel dan pengunjung tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet.
Sebagai informasi, bahwa ada 4 level dalam peningkatan status Gunung Api, yaitu Level I (normal), Level II (waspada), Level III (siaga), dan Level IV (Awas). (HS-08)