HALO SRAGEN – Kabupaten Sragen ternyata menjadi daerah tujuan mudik terbanyak ke dua di Jawa Tengah.
Hal itu diungkapkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dalam kegiatan tarawih keliling di Masjid Tasyikurun Cantel Wetan, Sragen, Rabu (12/4/2023) malam.
Menurut dia, untuk wilayah Pulau Jawa bagian tengah, posisi Sragen berada pada urutan ketiga setelah Wonogiri dan Yogyakarta.
Dengan kata lain, khusus untuk Provinsi Jawa Tengah, Sragen menempati urutan kedua setelah Wonogiri. Adapun tujuan mudik terbanyak berkutnya, adalah Kota Surakarta.
“Saya menghadiri rapat lintas sektoral bersama bupati, wali kota, dan Forkopimda se-Jawa Tengah. Diperkirakan 4 juta orang akan mudik ke wilayah Jawa Tengah. Saya kaget, 13,8 persen tujuan yang paling diminati nomor 3 adalah Sragen,” kata Kusdinar Untung Yuni Sukowati, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Angka tersebut, menurut dia sekaligus menunjukkan bahwa banyak warga Sragen yang merantau di kota-kota lain, hingga ke luar provinsi.
“Berarti masyarakat kita banyak yang merantau. Karena sudah tidak ada pembatasan apapun tahun ini, maka semua orang ingin pulang ke kampung halamannya, termasuk ke Sragen,” kata Bupati Yuni.
Untuk itu, dia menyambut baik kedatangan para pemudik ke Kabupaten Sragen, agar yang pulang ke kampung mempunyai kesan mendalam di Kabupaten Sragen.
Harapannya tahun depan kembali mudik ke Sragen sehingga meningkatkan perekonomian di Kabupaten Sragen.
Bupati Yuni menambahkan yang saat ini menjadi perhatian banyak pihak adalah adanya praktek perdukunan yang baru saja terjadi di Banjarnegara.
“Pesan Bapak Kapolda yaitu akhir-akhir ini adanya warga masyarakat yang percaya perdukunan, yang luar biasa di tengah-tengah modernisasi sekarang ini. Seperti yang terjadi di Banjanegara. Hal itu merupakan cerminan bahwa sebagian masyarakat kita masih percaya dengan ilmu perdukunan yang kadang kala sangat tidak masuk akal. Tapi ternyata banyak sekali korbannya,” terangnya.
Ia minta masyarakat Kabupaten Sragen, berhati-hati terhadap praktik perdukunan sehingga yang terjadi di Banjarnegara tidak terjadi di Kabupaten Sragen.
Bupati Yuni menyampaikan pula himbauan Kapolda Jawa Tengah khususnya seluruh Kepala Daerah di Jawa Tengah terkait petasan dan mercon yang beberapa saat lalu telah memakan korban jiwa.
“Karena beberapa bulan terakhir ini ada insiden pabrik mercon di Magelang Jawa Tengah yang meledak dan menyebabkan korban jiwa serta rumah yang hangus terbakar. Sehingga membunyikan petasan, meiliki apalagi membuang ada hukum pidananya. Kami diminta untuk membuat instruksi yang jelas bahwa masyarakat dilarang membunyikan petasan. Baik itu petasan kecil maupu besar,” ujarnya.
Ketiga hal yang telah disampaikan Kapoda Jawa Tengah Ia berharap agar menjadi perhatian bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Sragen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kabupaten / kota di Jawa Tengah. (HS-08)