in

Soroti Hasil TKA Siswa Grobogan Masih di Papan Bawah Jateng, Bupati Ajak Tenaga Pendidik Evaluasi dan Berbenah

Bupati Grobogan, Setyo Hadi membuka Seminar Nasional PGRI Kabupaten Grobogan Tahun 2026 di Hotel 21 Purwodadi, baru-baru ini. (Foto : grobogan.go.id)

 

HALO GROBOGAN – Bupati Grobogan, Setyo Hadi mendorong seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Grobogan, untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pendidikan, apalagi pencapaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa di Grobogan, masih berada pada posisi papan bawah di tingkat Jawa Tengah.

Hal ini disampaikan Bupati Grobogan, Setyo Hadi, saat membuka Seminar Nasional PGRI Kabupaten Grobogan Tahun 2026 di Hotel 21 Purwodadi, baru-baru ini.

​Dalam sambutannya, Bupati Setyo Hadi menekankan tiga poin penting, yang dinilainya sangat relevan dengan dinamika serta tantangan guru saat ini.

Bupati secara terbuka menyampaikan bahwa pencapaian TKA peserta didik di Kabupaten Grobogan, saat ini masih belum sesuai harapan, karena berada di posisi papan bawah di tingkat Jawa Tengah.

​“Kita harus berani jujur dan mengakui hal ini. Namun, kita tidak perlu saling menyalahkan. Jadikan hasil TKA ini sebagai alarm untuk berbenah bersama, fokus pada solusi, perbaiki proses pembelajaran, perkuat literasi guru, dan bangun kembali semangat belajar anak-anak kita,” kata Setyo Hadi, seperti dirilis grobogan.go.id.

Menanggapi tantangan profesi mendidik di zaman sekarang, Bupati juga menyatakan sangat memahami bahwa guru dan pendidik, rentang dihadapkan pada persoalan hukum dan sosial ketika menjalankan tugasnya.

Mengenai hal tersebut, dia berpesan agar setiap gesekan atau masalah di lingkungan sekolah, diselesaikan terlebih dahulu melalui jalur komunikasi dan musyawarah.

Poin terakhir yang digarisbawahi adalah etika bermedia sosial bagi tenaga pendidik. Sebagai sosok yang digugu lan ditiru, guru wajib menjadi teladan, termasuk di dunia digital.

Di era digital ini, jempol kita harus memiliki rem. Jangan membagikan informasi yang tidak benar atau tidak bermanfaat, karena jejak digital sangat sulit dihapus. Bijaklah dalam bermedia sosial,” tambahnya.

Untuk diketahui, seminar bertema “Sukses TKA, Perlindungan Hukum dan Bijak Dalam Bermedia Sosial di Era Digital” tersebut, digelar secara gabungan tatap muka dan daring via Zoom, dengan menghadirkan jajaran pengurus PGRI, kepala sekolah, serta guru se-Kabupaten Grobogan.

​Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, yakni Ketua PGRI Jawa Tengah sekaligus Anggota DPD RI, Muhdi, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang, Nur-Wiyono. (HS-08)

​

 

 

Yamaha Cup Race Kembali ke Boyolali, 14 Kelas Siap Panaskan Lintasan

828 Anggota PMR Ikuti Youth Volunteer Red Cross 2026 di Purworejo