HALO SPORT – Chelsea berpotensi belanja banyak lagi pada bursa transfer musim panas 2024. Hal itu karena neraca keuangan The Blues masih longgar.
Sebelumnya, Si Biru dilaporkan berada di antara klub-klub yang harus menaikkan pendapatan sebelum Juni 2024 berakhir.
Belanja jor-joran yang dilakukan sejak kedatangan Todd Boehly membuat neraca keuangan mereka tak seimbang. Itu membuat Chelsea terancam melanggar Aturan Keuntungan dan Keberlanjutan (Profitability anda Sustainability Rules/PSR) Premier League (Liga Primer Inggris).
Itu pula yang memperkuat rumor penjualan sejumlah pemain seperti Conor Gallagher, Ian Maatsen, Armando Broja, dan Trevoh Chalobah.
Namun Sky Sports dan Daily Mail menyatakan The Blues ternyata masih longgar musim panas ini.
Klub London ini memang perlu melakukan penjualan, tapi batas waktunya adalah musim panas tahun depan agar memenuhi aturan PSR 2024-2025. Kelonggaran ini didapatkan berkat ’’kecerdikan’’ Chelsea mengakali lubang dalam aturan Premier League.
Mereka telah melego dua hotel dan parkiran mobil di area Stamford Bridge ke perusahaan di bawah induk yang sama alias sister company. Penjualan itu menghasilkan dana 76,5 juta pound sehingga kerugian klub turun menjadi 89,9 juta pound.
Ini cukup untuk meloloskan mereka dari pelanggaran PSR, dengan batasnya di angka 105 juta pound. Trik menjual aset klub ke sister company memang menjadi lubang yang dimanfaatkan sejumlah klub Premier League.
Aturan ini pernah coba dihapuskan oleh Premier League, tapi hanya 11 dari 20 klub yang setuju.
Jumlah itu tak cukup untuk mengubah aturan.
Perubahan aturan di Premier League mensyaratkan 2/3 klub harus setuju.
The Blues diyakini akan tetap melepas sejumlah pemain musim panas ini.
Hal itu demi menaikkan dana untuk memberikan sumber daya yang dibutuhkan manajer baru, Enzo Maresca. Dengan demikian, Maresca pun bakal diberi bekal Boehly untuk mendatangkan yang sesuai dengan skemanya.(HS)