HALO SPORT – Luca Marini masih menyimpan optimisme Honda bisa bangkit pada MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, 28-30 Juni 2024.
Pembalap tim pabrikan Repsol Honda itu belum juga kehilangan harapan meski tunggangannya tertinggal jauh dari Ducati.
Jeda selama tiga pekan dijadikan tim Honda untuk terus memperbaiki motor RC213V.
Hingga balapan ketujuh musim ini, Marini hampir semuanya finis di posisi paling buncit.
Pengalaman adik tiri Valentino Rossi itu sangat kontras jika dibandingkan ketika dia masih bisa bersaing untuk posisi podium berbekal Ducati Desmosedici GP milik tim VR46.
Kendati dihantam hasil-hasil memilukan bersama Honda, bukan berarti Luca kehilangan harapan.
Runner-up Moto2 2020 itu berharap ada hasil positif di Assen.
’’Saya tak sabar untuk kembali menaiki motor Honda dan tim kami membuat peningkatan bagus,’’ ungkap Marini seperti dilansir dari Paddock-GP.
Ketekunan pembalap asal Italia ini terlihat dari bagaimana dia menjadi satu-satunya pembalap Honda yang hampir selalu finis dalam setiap balapan musim 2024.
Cuma sekali Marini gagal finis dalam 14 kali balapan, sprint dan grand prix.
’’Assen dan Sachsenring nanti adalah dua sirkuit yang sangat berbeda, jadi kami akan mampu mengeksplorasi banyak hal,’’ jelasnya.
Keyakinan serupa dilontarkan rekan setim Marini, Joan Mir.
’’Kami akan menghadapi dua balapan beruntun setelah istirahat. Penting untuk bekerja dengan baik pada akhir pekan ini di Assen dan kemudian Jerman,’’ kata Mir.
Juara dunia MotoGP 2020 ini juga berharap motornya makin cepat di lintasan. (HS-06)