HALO WONOGIRI – UPTD Puskesmas Giritontro resmi meluncurkan inovasi digital terbaru bernama Sistem Informasi Kesehatan Lingkungan (Sikaling).
Aplikasi ini hadir sebagai solusi modern untuk memetakan, memonitor, dan meningkatkan kualitas sanitasi dasar di seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Giritontro secara komprehensif dan berkelanjutan.
Kepala UPTD Puskesmas Giritontro, Danar Wulandari yang ditemui pada Peluncuran Aplikasi Sikaling, baru-baru ini mengatakan bahwa pendataan kesehatan lingkungan di wilayah Kecamatan Giritontro masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari akurasi data yang kurang optimal hingga keterbatasan kecepatan dalam pelaporan kondisi riil di lapangan.
“Sikaling hadir untuk memangkas birokrasi data tersebut dan membawa transformasi digital yang signifikan. Melalui aplikasi berbasis mobile ini, petugas kesehatan maupun verifikator dapat mendata kondisi sanitasi secara real-time dengan tingkat akurasi yang tinggi,” ujarnya, seperti dirilis wonogirikab.go.id.
Beberapa indikator utama yang menjadi fokus pendataan dalam aplikasi Sikaling meliputi :
- Akses Jamban : Memetakan kepemilikan jamban keluarga, baik jamban milik pribadi maupun penggunaan bersama secara layak.
- Perilaku BAB : Memantau status BABS (Buang Air Besar Sembarangan) dengan klasifikasi perilaku terbuka maupun tertutup di setiap dusun dan desa.
- Kualitas Air : Pendataan komprehensif tentang ketersediaan sumber air bersih serta uji kelayakan air minum yang dikonsumsi warga sehari-hari.
- Manajemen Limbah : Pemetaan sistem pengelolaan sampah rumah tangga dan ketersediaan Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) domestik yang memenuhi standar kesehatan.
Danar juga menegaskan bahwa Sikaling bukan sekadar aplikasi pendataan biasa, melainkan sebuah terobosan strategis dalam upaya preventif kesehatan masyarakat.
“Tujuan utama kami adalah preventif dan promotif. Dengan memiliki data yang akurat dan terintegrasi, kita bisa melakukan intervensi lebih awal di wilayah-wilayah yang memiliki sanitasi buruk, sebelum berpotensi menimbulkan wabah penyakit seperti diare, kolera, tipus, hingga berbagai penyakit berbasis lingkungan lainnya. Lebih dari itu, pendataan sanitasi yang baik juga berkontribusi langsung terhadap upaya pencegahan stunting melalui penyediaan lingkungan yang layak dan sehat bagi tumbuh kembang anak,” terangnya.
Danar juga menekankan pentingnya peran para kader kesehatan sebagai ujung tombak pendataan.
“Keberhasilan program inovatif ini sangat bergantung pada peran aktif para kader kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Giritontro. Para kader telah dibekali akses khusus ke dalam aplikasi Sikaling untuk melakukan pendataan langsung ke rumah-rumah warga (door to door),” imbuhnya.
Dengan keterlibatan warga lokal sebagai pendata utama, data yang dikumpulkan dipastikan menjadi lebih valid dan akurat.
Hal ini tidak terlepas dari pemahaman mendalam para kader terhadap kondisi geografis, sosial-budaya, dan karakteristik masyarakat di wilayah masing-masing.
Kedekatan emosional antara kader dan warga juga memudahkan proses verifikasi data di lapangan.
Ke depannya, dengan adanya data dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan, Puskesmas bersama Pemerintah Kecamatan Giritontro dapat menentukan prioritas bantuan maupun pembangunan infrastruktur sanitasi secara tepat sasaran, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh warga yang paling membutuhkan.
Ahli Madya Kesehatan Lingkungan (AMKL) Noval Tsani, selaku Petugas Kesehatan Lingkungan sekaligus pengembang sistem dari tim IT Sikaling menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam pelayanan publik yang humanis.
“Kami merancang Sikaling dengan antarmuka yang sederhana dan intuitif agar mudah dioperasikan oleh para kader kesehatan di lapangan, termasuk mereka yang baru pertama kali menggunakan aplikasi digital,” kata dia.
Dia berharap Sikaling tidak hanya menjadi sekadar aplikasi pendataan, tetapi juga menjadi jembatan informasi yang mempercepat transformasi Giritontro menuju wilayah dengan cakupan 100% sanitasi layak dan sehat.
“Teknologi hadir untuk melayani manusia, dan Sikaling adalah bukti nyata komitmen kami untuk kesehatan masyarakat Giritontro,” terang Noval.
Langkah awal implementasi Sikaling telah resmi dimulai dengan kegiatan Launching Aplikasi dan Pelatihan Intensif Kader Kesehatan yang dilaksanakan di dua lokasi percontohan, yakni Desa Ngargoharjo dan Desa Jatirejo. Dalam kegiatan tersebut, para kader mendapatkan pembekalan keterampilan teknis secara menyeluruh, mulai dari tata cara penginputan data yang benar, penggunaan fitur-fitur di dalam aplikasi, hingga teknis membaca dan menganalisis data hasil pendataan.
Setelah sukses di dua desa percontohan, program pendataan berbasis Sikaling ini akan dilanjutkan secara bertahap ke seluruh desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Giritontro. Hal ini dilakukan untuk memastikan cakupan data yang menyeluruh dan merata, sehingga tidak ada satu pun wilayah yang terlewat dari pemetaan sanitasi dasar.
Melalui implementasi Sikaling, diharapkan masyarakat Kecamatan Giritontro semakin sadar dan peduli akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari lingkup rumah tangga masing-masing. Sanitasi yang baik bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang perubahan perilaku hidup bersih dan sehat yang berkelanjutan. (HS-08)


