HALO SEMARANG – Graham Potter, manajer Chelsea, menjadi bulan-bulanan ketika The Blues dihajar Brighton & Hove Albion 1-4 di Liga Primer Inggris 2022-2023.
Banyak area The Blues yang terbuka sehingga mudah diserang.
Para pemain Si Biru seperti kebingungan saat bermain terutama dalam skema tiga bek.
Itu masih ditambah dengan tidak adanya komunikasi yang baik.
Parahnya lagi, Potter memainkan Christian Pulisic dan Raheem Sterling di posisi bek sayap.
Padahal, posisi asli keduanya adalah pemain sayap alias winger.
Sterling benar-benar tak mampu menjalankan peran barunya.
‘’Sterling bukanlah bek sayap dan dia tidak cocok bermain di situ. Mungkin Graham mau terlihat pintar dengan coba-coba formasi baru, tapi berujung hasil yang sangat mengecewakan,’’ ujar Martin Keown, mantan pemain Arsenal, seperti dilansir BBC Sport.
Keown menegaskan sepak bola adalah permainan sederhana.
Sterling baru menghasilkan tiga gol dari 11 laga di Premier League sejak dibeli dari Manchester City pada musim panas lalu.
Dalam lima laga terakhir, Raheem gagal membobol gawang lawan.
Keown menambahkan langkah Potter tak bisa dipercaya karena terlalu berani mengubah posisi pemain.
Sterling memang belum menunjukkan kegarangannya seperti saat masih membela City.
Ketika berusaha menjadi lebih tajam, Potter malah memberinya posisi sebagai bek sayap. (HS-06)