HALO KENDAL — Ketua Pimpinan Cabang Satuan Relawan Indonesia Raya (PC SATRIA) Kabupaten Kendal, M Sarif Hidayatullah, menyayangkan pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, terkait kemungkinan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak berlangsung hingga 2029.
Menurutnya, pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan spekulasi dan kegaduhan politik di tengah masyarakat. Ia menilai, masa jabatan pemerintahan yang telah memiliki landasan konstitusional seharusnya tidak menjadi ruang untuk membangun wacana politik yang dapat menimbulkan ketidakpastian.
“Kami sangat menyayangkan statement Budi Arie yang viral baru-baru ini. Pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan politik. Kita ketahui bersama, secara konstitusional masa jabatan Presiden dalam satu periode adalah lima tahun,” ujar Sarif, Kamis (27/8/2026).
Dirinya menegaskan, bahwa PC SATRIA Kabupaten Kendal sebagai salah satu sayap Partai Gerindra akan tetap berpegang teguh pada konstitusi sekaligus memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan mandat rakyat hingga akhir masa jabatan.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Kendal tersebut menilai, Presiden Prabowo saat ini tengah fokus menjalankan tugas pemerintahan dan merealisasikan berbagai program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Bapak Prabowo sangat fokus menjalankan pemerintahan dengan perjuangan yang tidak setengah-setengah, full 100 persen untuk rakyat Indonesia. Jangan sampai pemerintahan yang sedang bekerja keras untuk rakyat justru digiring opininya seolah-olah hanya berorientasi pada Pemilu,” tandas Sarif.
Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai spekulasi politik yang belum memiliki dasar yang jelas. Menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga situasi politik dan sosial tetap kondusif.
Sarif mengakui, bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, termasuk memberikan kritik terhadap pemerintah. Namun, kebebasan tersebut, menurut Sarif, harus tetap ditempatkan dalam koridor konstitusi dan tidak diarahkan menjadi narasi yang dapat menimbulkan kegaduhan atau spekulasi berlebihan.
“Setiap orang tentu memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan mengkritik pemerintah secara terbuka. Tetapi dinamika politik jangan sampai dijadikan ruang untuk menggiring opini yang dapat mencederai konstitusi, terlebih jika akhirnya hanya menimbulkan kegaduhan dan spekulasi subjektif,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari keluarga besar Partai Gerindra, Sarif kembali menegaskan sikap PC SATRIA Kabupaten Kendal untuk tetap tegak lurus dalam mendukung Partai Gerindra serta pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan amanah rakyat.
“Sebagai sayap Partai Gerindra, kami tegak lurus mendukung Partai Gerindra untuk bersama-sama mengutamakan kepentingan masyarakat. Kami menolak segala bentuk upaya yang menggiring wacana pergantian atau Pemilu sebelum masa pemerintahan Presiden Prabowo berakhir pada 2029,” tegasnya.
Sarif berharap seluruh elite politik dan elemen masyarakat dapat mengedepankan kepentingan bangsa, menjaga stabilitas politik, serta memberikan ruang kepada pemerintahan yang sah untuk menjalankan mandat konstitusionalnya secara penuh hingga akhir periode.
“Mari kita jaga kondusivitas, hormati konstitusi, dan berikan kesempatan kepada pemerintahan Presiden Prabowo untuk bekerja serta menuntaskan amanah rakyat sampai 2029,” pungkas Sarif. (HS-06)

