PERBAIKAN di segala lini terus diupayakan pemerintah provinsi Jawa Tengah. Di bidang transportasi, Pemprov Jateng menjadikan prioritas pelayanan pada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng sebagai kendaraan massal andalan masyarakat.
Dengan harga terjangkau, rute perjalanan yang lebih panjang dan jam operasional yang lebih lama membuat masyarakat Jawa Tengah semakin merasakan manfaatnya. Tak hanya bagi penumpang, driver BRT Trans Jateng juga merasakan betul kemanfaatannya sebagai jalan untuk mencari rezeki bagi keluarga.
Ahmad Zainus, salah satu driver BRT Trans Jateng cukup bangga dengan pekerjaan yang dijalaninya. Sudah tiga tahun ini ia menjadi driver BRT Trans Jateng rute Semarang-Kendal. Ia bangun sejak pukul 04.00 WIB, salat subuh lalu meluncur ke garasi bus tepat pukul 05.00 WIB. Maklum operasional BRT rute Terminal Mangkang-RTH Weleri sudah dimulai sejak pukul 05.20 WIB.
Sejak awal masuk menjadi kru BRT Trans Jateng sebagai driver, ia merasa kondisi keuangannya kian membaik. Ada gaji tetap, juga uang makan yang dihitung per hari kerja.
“Ya cukup lah, Mas, buat keluarga. Yang penting bisa buat makan, buat anak sekolah,” ungkapnya, ketika ditanya soal berapa gaji yang peroleh dari pekerjaannya sebagai driver BRT Trans Jateng, Rabu (5/10/2022).
Sebelumnya Ahmad adalah sopir angkutan desa Mangkang-Weleri. Penghasilannya bergantung pada ramai atau tidaknya penumpang.
Kini semuanya membaik. Selain gaji tetap dan uang makan, Pemprov Jateng juga memperhatikan hari tuanya dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan. Belum lagi BPJS Kesehatan, sehingga ia tak perlu khawatir bila dirinya dan anggota keluarga tiba-tiba sakit.
“Yang saya syukuri sekarang pelan-pelan sudah enak kondisinya. Anak saya juga sekolah. Memang masih PAUD tapi saya punya niat anak-anak harus sekolah biar punya lebih banyak kesempatan dan masa depannya lebih baik,” terangnya.
Bekerja sebagai driver BRT Trans Jateng menurutnya tidak hanya butuh skill yang handal namun juga sikap melayani. Emosi yang menggebu-gebu sangat ia hindari dalam menjalankan tugasnya.
“Harus hati-hati banget saat di jalan tidak boleh emosi. Karena penumpang kadang ada yang ingin cepat sampai. Jadi harus sabar dan jangan sampai sopir ugal-ugalan,” ungkapnya.
Selain Ahmad Zainus, ada 20 orang lainnya yang menjadi driver BRT Trans Jateng rute Terminal Mangkang-RTH Weleri. Total armada yaitu sebanyak 14 unit. Dua bus dipegang tiga driver dengan sistem shift. Sehingga ketika satu orang libur akan digantikan yang lainnya.
Pelayanan yang baik yang diberikan oleh setiap kru, mulai dari petugas penarik tiket hingga driver sangat terasa oleh penumpang.
Salah satu penumpang, Sani (20) mengaku dirinya sering menggunakan bus BRT Trans Jateng saat ke kampus maupun bepergian. Selain murah, perjalanan dengan bus BRT Trans Jateng juga nyaman. Harga tiketnya pun hanya Rp 2000, sangat ramah untuk anak sekolah dan mahasiswa sepertinya.
“Lumayan sering naik BRT Trans Jateng, lebih enak bisa bareng temen-temen juga dan tiketnya juga murah untuk pelajar dan mahasiswa Rp 2.000,” kata mahasiswa Ekonomi salah satu kampus swasta di Semarang ini.
Sani berharap, pihak pengelola atau operator memperhatikan soal interval jarak antar bus agar diperpendek. Tujuannya agar penumpang jangan sampai menunggu terlalu lama di shelter.
“Harapannya juga ada penambahan shelter di tempat-tempat strategis. Misalnya Pasar Pagi Kaliwungu, Pasar Kendal dan Pasar Weleri. Masyarakat di sana terlayani dan akses kemana-mana jadi lebih mudah,” jelasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Muhammad Eko menyampaikan, sejak diresmikan pada tanggal 28 Oktober 2019 Bus Trans Jateng Koridor Semarang – Terminal Bahurekso Kendal mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat Kendal, sehingga pada tahun ini diperpanjang rutenya hingga RTH Weleri atau dikenal Taman Kota dulu bekas Terminal Weleri.
“Dalam mendukung rute sampai ke RTH Weleri, telah disediakan 5 halte, yaitu dua halte di Puskesmas Rowosari II, yang saat dalam proses pembangunan bersumber dari APBD Kabupaten Kendal. Sedangkan dua halte di Pegadaian Weleri, bersumber dari CSR Bank Jateng satu unit dan satu unit dari CSR Gabungan Perusda Kendal. Kemudian satu sisanya lagi adalah halte di RTH Weleri dari program CSR BNI Cabang Kendal,” terang Muhammad Eko, saat acara lounching BRT Trans Jateng perpanjangan rute hingga RTH Weleri, Senin (22/9/2022).
Eko juga menyatakan bahwa jumlah BRT Trans Jateng Semarang-Kendal yang beroperasi ada 14 unit bus yang akan melayani rute dari Terminal Bahurekso Kendal menuju Terminal Mangkang, dan ada enam unit bus untuk melayani penumpang dari Terminal Bahurekso menuju RTH Weleri.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Tengah, Heri Bertus sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal dengan menambah rute BRT Trans Jateng.
Pihaknya juga sangat mendukung dengan terobosan penambahan rute, sebagai lanjutan program Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah terkait pengembangan angkutan masal dengan biaya terjangkau di wilayah Kabupaten Kendal karena telah mendapatkan respon positif dari masyarakat, sehingga saat ini diperpanjang rutenya hingga ke RTH Weleri. (HS-06)