HALO SEMARANG – Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS), belum lama ini menggelar seminar nasional dengan tema membangun kesadaran peran mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi ramah lingkungan untuk mendukung SDGs di Gedung Pusat lantai 7 UPGRIS.
Dekan FTI UPGRIS, Dr. Ir. Ibnu Toto Husodo dalam sambutanya menyampaikan, di tengah pesatnya perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan masa depan yang lebih baik.
”Jalan, jembatan, gedung, bendungan, pelabuhan, hingga sistem transportasi dan pengelolaan sumber daya air bukan sekadar bangunan fisik, melainkan bagian penting dari kehidupan manusia yang menghubungkan berbagai aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya,” ungkap Ibnu.
Namun, pembangunan di era modern tidak lagi cukup hanya berorientasi pada kekuatan dan kemegahan konstruksi. Pembangunan harus mampu menjawab tantangan zaman melalui industri yang maju, inovasi yang berkelanjutan, serta infrastruktur yang ramah lingkungan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ketua Program Studi Teknik Sipil UPGRIS, Dr Ir. Ikhwanudin manambahkan, dalam kehidupan kampus, mahasiswa dapat mengambil peran nyata dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan melalui berbagai tindakan sederhana maupun inovasi yang lebih kompleks.
”Penggunaan sistem digital untuk mengurangi konsumsi kertas, penerapan pemilahan sampah, pengembangan sistem pengelolaan limbah, pemanfaatan energi secara efisien, serta penelitian mengenai solusi lingkungan merupakan contoh langkah yang dapat dilakukan,” imbuh Ikhwanudin.
Mahasiswa juga dapat mengembangkan proyek inovasi berbasis teknologi yang menjawab permasalahan di lingkungan sekitar, seperti alat pemantau penggunaan energi, sistem penyiraman tanaman otomatis yang hemat air, atau pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Langkah-langkah tersebut, katanya, dapat menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, energi bersih, serta upaya penanganan perubahan iklim. (HS-06)


