HALO SEMARANG – Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), menggelar kegiatan Semesta Ramadan Asri di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Joyful Ramadan Mubarak Ditjen Bimas Islam melalui program literasi dan kolaborasi Teras ZaWa (Zakat dan Wakaf).
Mengusung tema “Menghidupkan Ekosistem Kebaikan Lewat Zakat dan Wakaf”, kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi publik sekaligus menegaskan peran zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat dan perlindungan sosial berbasis keagamaan.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, dalam keterangannya seperti dirilis laman resmi Kemenag RI, kemenag.go.id, pada Minggu (1/3/2026) mengatakan penguatan literasi menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola zakat dan wakaf yang transparan, profesional, dan berdampak.
“Zakat dan wakaf bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi instrumen sosial yang harus memberi manfaat nyata. Melalui literasi dan kolaborasi, kita ingin memastikan dana umat dikelola secara akuntabel dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Waryono.
Edukasi dan Pelayanan
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 18.00 WITA ini, menghadirkan sejumlah agenda, antara lain Syiar Cahaya Zakat, Syiar Ekoteologi Wakaf, Talkshow Zakat Wakaf, Showcase Produk Zakat Wakaf, serta Majelis Berkah dan Booth Pelayanan Zakat Wakaf.
Booth pelayanan memberikan konsultasi langsung kepada masyarakat mengenai tata cara pembayaran zakat, wakaf uang, pengelolaan wakaf produktif, serta pendampingan bagi calon nazir dan pengelola zakat.
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus partisipasi publik dalam ekosistem zakat dan wakaf nasional.
Semesta Ramadan Asri di IKN juga menghadirkan kolaborasi sejumlah lembaga zakat dan wakaf.
Dalam kegiatan ini, tercatat sedikitnya 450 paket sembako disalurkan kepada masyarakat sekitar IKN, terdiri atas 50 paket dari Dompet Dhuafa dan 300 paket dari Baznas Provinsi Kalimantan Timur (masing-masing senilai Rp600.000), serta dukungan dari lembaga mitra lainnya.
Selain itu, ratusan paket takjil dan nasi siap santap didistribusikan melalui sinergi Dompet Dhuafa, LAZ IZI, dan LAZ Munzalan.
Kegiatan ini turut menampilkan showcase produk UMKM binaan LAZ, BAZNAS, dan nazir wakaf produktif sebagai bukti pengelolaan dana umat yang mendorong kemandirian ekonomi mustahik.
Booth partisipan yang hadir antara lain BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Nazhir Trubus Wakaf Produktif, LAZ BMH bersama Kemenag Kota Balikpapan, LAZ Rumah Zakat, dan LAZ Swara Mandiri.
Waryono menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari penguatan sistem zakat dan wakaf nasional.
“Sinergi antarlembaga menjadi kunci agar zakat dan wakaf tidak hanya berhenti pada distribusi bantuan, tetapi mampu membangun kemandirian dan memperkuat ekosistem ekonomi umat secara berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui rangkaian Joyful Ramadan dan Teras ZaWa di IKN ini, Kemenag terus mendorong optimalisasi zakat dan wakaf sebagai instrumen penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan nilai keagamaan dalam pembangunan nasional. (HS-08)