in

Sejumlah Pengungsi Merapi Pulang, BPBD : Seharusnya Mereka Mengalah

Foto : magelangkab.go.id

 

HALO MAGELANG – Warga seharusnya bersikap mengalah dalam menghadapi Gunung Merapi. Mereka seharusnya menyingkir dari zona bahaya, terutama ketika aktivitas gunung berapi di perbatasan Jateng dan DIY tersebut meningkat, atau bahkan erupsi.

“Mau tidak mau warga harus mengalah dan menyingkir dari zona bahaya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, menyikapi puluhan pengungsi yang nekad pulang ke rumahnya masing- masing.

Edy menegaskan, mengungsi merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pengosongan zona bahaya tersebut juga sudah sesuai rekomendasi BPPTKG dan itu harus dipatuhi.

Edy mengatakan, pengungsi yang nekat pulang merupakan pengungsi dari Desa Ngargomulyo Dukun. Tercatat ada 27 pengungsi dari Dusun Karanganyar; dua orang dari Dusun Batur Ngisor dan lima orang dari Dusun Ngandong yang pulang. Mereka selama ini menempati tempat pengungsian di PAY Muhammadiyah Muntilan.

Alasan mereka juga beragam, namun yang utama adalah rasa jenuh tinggal di pengungsian. Alasan lain, menengok rumah yang sudah lama ditinggalkan.

Edi mengatakan, tantangan BPBD adalah menghadapi ketidakpastian Merapi kapan akan meletus.

Menurut dia data memang bisa direkam dan dianalisis oleh BPPTKG. Tetapi perkembangan aktivitas Merapi, terlebih kepastian waktu kapan erupsi akan terjadi memang tidak bisa diduga-duga.

Karena tidak ada kepastian, warga lereng Merapi menjadi lama tinggal di pengungsian. Keadaan itu membuat mereka jenuh dan rindu untuk pulang ke rumah.

“Namun apabila ada tanda-tanda mengkhawatirkan atau bila ada instruksi untuk mengungsi, maka mereka harus mengungsi,” tandasnya, seperti dirilis magelangkab.go.id. (HS-08)

Bupati Cilacap Ajak Masyarakat Menabung di Bank Jateng

Humas Transportasi Perlu Berkolaborasi Raih Kepercayaan Publik