HALO SEMARANG – Sejumlah mahasiswi Universitas Ivet (Unisvet) Semarang menjadi korban pelecehan. Mirisnya aksi bejat itu dilakukan oleh pegawai kampus berinisial S.
Pria berumur 40 tahun itu bahkan mengirimkan konten pornografi kepada korban melalui aplikasi chatting. Rektor Unisvet Semarang Tri Leksono Prihandoko menjelaskan, terungkapnya peristiwa cabul ini terjadi ketika lima korban melakukan pelaporan ke kanal aduan.
Sebelum melakukan pelaporan, para mahasiswa mendapatkan workshop untuk berani melawan aksi pelecehan yang diterima.
“Sekitar akhir bulan Desember atau awal Januari kami mengadakan workshop tentang kekerasan seksual. Kami juga membentuk satgas kekerasan seksual, dan betul setelah acara ada 5 orang yang melapor,” ujar Leksono di kantornya, Rabu (15/2/2023).
Dirinya mengaku kelima korban merupakan anak penerima beasiswa. Namun dirinya menyebut belum terjadi pelecehan seksual secara fisik seperti menyentuh bagian sensitivitas tubuh korban.
“Seperti mancing, hubungan fisik tidak ada tapi hanya ngajak kencan. Tapi ada 1 anak yang melapor (pelecehan) bentuknya dari whatsapp gambar-gambar yang tidak bagus yang menjerumus ke pornografi,” bebernya
Ia mengatakan, atas perilaku S, pihak kampus langsung memecat S dari pekerjan tetapnya. Meski begitu, tidak dilakukan upaya hukum karena kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah lihak
“Sudah dipecat, enggak kita bawa ke pidana karena memang masih bisa mediasi, kekeluargaan,” terangnya
Disisi lain, atas kejadian yang dialami, kondisi para korban juga telah stabil. Meski satu dari lima mahasiswi itu sempat ketakutan setiap kali bertemu S.
“Satu saja yang mengalami ketakutan, empat orang tidak, masih aktivitas seperti biasa,” paparnya.
Ia menegaskan, pihak kampus masih akan terus membuat kanal aduan bagi korban pelecehan seksual yang mungkin masih terjadi di kampus itu.
“Pengaduan masih terus dibuka, siapapun pelakunya akan kami tindak tegas,” imbuhnya. (HS-06)