
HALO PATI – Sebanyak 498 pemudik, telah melapor kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Pati. Mereka terbanyak dari Kecamatan Winong dan Kecamatan Jaken. Adapun untuk kecamatan Tambakromo, Sukolilo, Margoyoso, Dukuhseti, hingga kemarin belum ada yang melapor.
Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto, seusai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi tahun 2021, di halaman Polres Pati, Rabu (5/5).
“Dari 498 ini semuanya sudah kita swab antigen, dan ada indikasi beberapa yang positif dan sudah kita evakuasi ke RSUD Soewondo. Tapi OTG, jadi tidak ada gejala sakit. Jumlahnya ada dua orang,” ungkapnya, seperti dirilis Patikab.go.id.
Karena itu dia menekankan perlunya upaya untuk mengantisipasi warga masyarakat yang pulang kampung. “Atau juga bagi yang sudah terlanjur mudik duluan, kita tidak bisa menolak atau mengembalikan. Sanksinya adalah dengan cara dilakukan isolasi, swab, dan kalau tidak taat ya kita jemput,” kata dia.
Sebelumnya, Bupati Pati Haryanto memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi tahun 2021.
“Apel ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan operasi ketupat 2021, dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Polri, Pemda, dan mitra Kamtibmas lainnya,” ujar Bupati.
Saat membacakan amanat Kapolri tersebut, Haryanto mengatakan bahwa menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%.
Hal ini karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya menjelang akhir bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik. Dan ini merupakan tahun kedua karena situasi pandemi Covid-19”, tambahnya.
Pemerintah, menurut Haryanto, telah menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai pertimbangan, yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur Idul Fitri tahun lalu.
“Maka dari itu perlu adanya pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan di daerah tujuan mudik, sentra perekonomian dan keramaian dengan memedomani surat telegram Kapolri agar mendirikan Posko terpadu, melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19, melakulan patroli gabungan secara periodik, memberlakukan onegatesystem serta meningkatkan dukungan terhadap program vaksinasi massal,” tuturnya. (HS-08)