in

SDN Sendangmulyo 04 dan SDN Klepu 03 Jadi Juara di MilkLife Soccer Challange Semarang Seri 2

Finalis ajang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025–2026, Minggu (18/1/2026) di Lapangan Sidodadi.

HALO SEMARANG – SDN Sendangmulyo 04 dan SDN Klepu 03 menjadi juara di ajang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025–2026. Di partai puncak Kelompok Umur (KU) 12, SDN Sendangmulyo 04 berhasil menuntaskan laga melawan SDN Sendangmulyo 02. Dan di KU 10, SDN Klepu 03 mempertahankan juara keempat kalinya secara beruntun setelah mengalahkan SDN Kalibanteng Kidul 03.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jackson F Tiago mengucapkan selamat kepada tim yang berhasil meraih juara. Menurutnya gelaran MilkLife Soccer Challenge tidak hanya sekadar turnamen sepak bola putri usia muda.

Menurut Jackson, ajang ini merupakan wadah penting bagi peserta untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka sejak dini, sekaligus membuka jalur menuju level profesional, seperti Timnas Indonesia.

“Visi MLSC adalah membuka peluang mereka suatu saat nanti mengenakan jersey merah putih. Mungkin saat ini mereka masih berada di lingkungan sekolah dan turnamen lokal, tapi ini adalah jalur yang sedang dibangun untuk mencapai level Timnas. Semoga tiga atau empat tahun ke depan, wajah-wajah mereka inilah yang akan kita lihat membela Indonesia,” ujar Jackson, Minggu (18/1/2026).

Jackson menekankan bahwa turnamen seperti MLSC memberikan pengalaman kompetitif yang krusial bagi peserta, tidak hanya dari sisi teknik bermain, tetapi juga mental bertanding, kerjasama tim, dan sportivitas.

Setiap pertandingan, uji keterampilan dalam Skill Challenge, dan Festival SenengSoccer bagi kategori KU 8, menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkesinambungan.

“Ini bukan sekadar tentang menang atau kalah,” lanjut Jackson, “melainkan tentang memberi mereka panggung untuk belajar, berkembang, dan percaya diri. Dari sini, kami bisa melihat siapa yang memiliki potensi untuk dibina lebih lanjut, dan siapa yang bisa melangkah lebih jauh ke level nasional. MLSC membangun fondasi yang nyata bagi masa depan sepak bola putri Indonesia,” jelasnya.

Dengan digelarnya MLSC Seri 2 2025-2026 di 12 kota, Jackson percaya bahwa program ini mampu mengidentifikasi dan menyiapkan bibit-bibit berbakat sejak usia dini, mencetak generasi pemain putri yang kelak akan menjadi andalan Indonesia di kancah internasional.

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Joko Hartono mengapresiasi upaya MilkLife Soccer Challenge untuk terus memfasilitasi talenta-talenta muda, khususnya para siswi, dalam mengembangkan bakatnya bermain sepakbola. Selain bakat memainkan si kulit bundar di lapangan, para peserta juga dapat memupuk semangat sportivitasnya.

“Kami sangat berbangga dan berterima kasih kepada Djarum Foundation dan MilkLife atas penyelenggaraan MLSC Semarang Seri 2. Ini menjadi sebuah momentum pengembangan diri yang tepat bagi para siswi kota Semarang untuk dapat menyalurkan dan mengembangkan bakatnya bermain sepakbola,” jelas Joko.

Di sisi lain, Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono menegaskan bahwa penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025–2026 merupakan bukti nyata komitmen mereka dalam membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia secara bertahap dan berkesinambungan.

Dengan digelarnya turnamen usia dini secara rutin, diharapkan lahir bibit-bibit pesepakbola putri potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

“Kami yakin setiap peserta memiliki potensi luar biasa. MLSC bukan sekadar turnamen, tetapi panggung untuk berlatih, bertanding, dan menanamkan nilai sportivitas. Lewat ajang ini, kami menyiapkan generasi pesepak bola putri yang tangguh, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan cinta terhadap olahraga sepak bola sejak dini. Inilah langkah nyata kami untuk mencetak bibit-bibit berbakat yang kelak akan mengharumkan nama bangsa dan membawa masa depan sepak bola putri Indonesia lebih cerah,” imbuh Teddy.(HS)

Pemkot Semarang Amankan TPS Muktiharjo Kidul, Penanganan Sampah Berlanjut hingga Penataan Lingkungan

Menag ke Al-Azhar Kairo akan Bahas Ekoteologi dan Pembukaan Cabang di Indonesia