in

Porprov Jateng 2026 Jadi Gerbang Menuju PON 2028, DPRD Siap Dukung Anggaran

Ketua DPRD Jateng, Sumanto, saat menerima audiensi pengurus KONI Jateng di ruang kerjanya, Jumat (23/1/2026).

HALO SEMARANG – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 yang akan digelar di kawasan Semarang Raya pada Oktober mendatang tak sekadar menjadi ajang adu gengsi antardaerah. Lebih dari itu, Porprov dinilai krusial sebagai pintu masuk penjaringan dan pematangan atlet Jawa Tengah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Ajang empat tahunan tersebut diposisikan sebagai barometer kesiapan atlet sekaligus tolok ukur Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng dalam membidik peringkat lebih tinggi di PON mendatang.

“Porprov ini sangat penting untuk menilai sejauh mana kesiapan atlet-atlet potensial Jawa Tengah menghadapi PON ke depan,” ujar Ketua DPRD Jateng, Sumanto, saat menerima audiensi jajaran pengurus KONI Jateng di ruang kerjanya, Jumat (23/1/2026).

Dalam audiensi tersebut, Sumanto didampingi Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh dan Setya Arinugroho. Sementara rombongan KONI Jateng dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum Urip Sihabudin, bersama Sekretaris Budi Santoso, Wakil Ketua Mugiyo Hartono dan Harry Nuryanto Soediro, serta Bendahara Sri Sulistiyati.

Sumanto menegaskan, DPRD Jateng mendukung penuh pelaksanaan Porprov 2026, termasuk melalui dukungan anggaran. Ia berharap, kesuksesan Porprov bisa menjadi fondasi kuat untuk mendongkrak prestasi Jawa Tengah di PON 2028.

“Kompetisi ini krusial dalam pembinaan atlet agar berprestasi. Tapi kita juga harus realistis, kompetisi besar membutuhkan anggaran besar. DPRD Jateng akan berupaya mendukung, salah satunya melalui alokasi anggaran. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah agar Porprov ini mendapatkan dukungan dana yang memadai,” tegasnya.

Tak hanya soal pendanaan, Sumanto juga menekankan pentingnya perencanaan pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan. Menurutnya, Jawa Tengah perlu keluar dari zona nyaman prestasi yang selama ini berkutat di peringkat empat dan lima pada ajang PON.

“Target ke depan harus lebih tinggi. Itu tidak bisa instan, harus ada program berjenjang yang matang, dari Porprov sampai PON. Muaranya jelas, prestasi atlet meningkat dan Jawa Tengah bisa lebih berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Plh Ketua Umum KONI Jateng, Urip Sihabudin, memaparkan kesiapan pelaksanaan Porprov 2026 yang akan digelar di lima daerah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kota Salatiga.

Ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi itu rencananya akan diikuti 8.847 atlet, didampingi 2.136 ofisial serta 2.132 perangkat pertandingan. Sebanyak 59 cabang olahraga akan dipertandingkan di 81 venue yang tersebar di wilayah Semarang Raya.

“Dengan skala sebesar ini, tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Selain dukungan pemerintah, kami juga akan menggandeng pihak swasta dan dunia usaha untuk berkolaborasi dalam pembiayaan,” kata Urip.

Porprov Jateng 2026 pun diproyeksikan bukan hanya sebagai pesta olahraga daerah, tetapi sebagai panggung awal lahirnya atlet-atlet masa depan Jawa Tengah menuju pentas nasional.(HS)

Wali Kota Semarang Dorong Bank Sampah Jadi Garda Depan Pengendalian Sampah

Jelang Ramadan, Polres Kendal Perkuat Komitmen WBK Lewat Pencanangan Zona Integritas