HALO SPORT – PSIM Yogyakarta mengalami kekalahan di kandang sendiri. Dalam duel di kompetisi Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026) sore, PSIM dipaksa menyerah dengan skor cukup telak 3-0 melawan Persebaya Surabaya.
PSIM mengawali putaran kedua kompetisi dengan kekalahan. Hasil tersebut berbeda dengan laga perdana PSIM saat menghadapi lawan sama. Dalam duel di kandang Persebaya, Laskar Mataram sukses membuat kejutan dengan meraih kemenangan 1-0.
Namun PSIM gagal mengulang sukses saat menjamu Persebaya. Bahkan gawang mereka bisa kebobolan hingga tiga kali. Di pertandingan itu, tiga gol kemenangan Bajul Ijo masing-masing dicetak Paulo Gali Da Costa Freitas pada menit ke-35, Bruno Pereira de Albuquerque menit ke-74, dan Rachmat Irianto menit ke-84 lewat aksi solo run. Kemenangan ini sekaligus menuntaskan dendam tim asal Surabaya tersebut.
Kekalahan di laga kandang menjadikan PSIM turun satu tingkat ke posisi ketujuh klasemen sementara dengan 30 poin. Sementara itu, Persebaya menggeser PSIM dan naik ke peringkat keenam dengan koleksi 31 poin.
Di pertandingan itu, PSIM sesungguhnya mengambil inisiatif serangan. Bahkan tim asuhan Jean Paul Van Gastel sudah mendapat peluang saat laga baru berjalan enam menit melalui sepakan Ze Valente. Hanya saja, tendangan gelandang asal Portugal itu masih bisa diblok kiper Persebaya, Ernando Ari.
Selanjutnya, pertandingan berjalan dengan tempo tinggi dan kedua tim saling melakukan tekanan. Meski berstatus sebagai tim tamu, Persebaya tetap bermain terbuka dan berani melancarkan serangan.
PSIM sendiri nyaris membuka keunggulan saat Nermin Haljeta hampir mengecoh kiper Ernando. Tetapi bola hasil umpan dari Ze Valente masih bisa ditahan Ernando. ‘
Saat PSIM terus menekan, Persebaya justru mampu mencuri gol. Pada menit ke-35, Gali Freitas mencetak gol pembuka melalui tembakan dari situasi open play. Gol itu menjadikan Persebaya unggul 1-0 dan skor itu bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, PSIM tampil lebih agresif. Paling tidak, tuan rumah mendapat dua peluang melalui Fahreza Sudin bek Andy Setyo. Hanya usaha mereka masih belum membuahkan hasil.
Persebaya menunjukkan efektivitas permainan dan setiap melakukan tekanan, mereka selalu nyaris membobol gawang PSIM. Setelah beberapa kali gagal, Persebaya kembali menambah gol pada menit ke-74. Kali ini Bruno Pereira de Albuquerque sukses memanfaatkan kelengahan lini belakang PSIM untuk membawa Bajul Ijo unggul 2-0.
Situasi PSIM semakin sulit setelah dua bek tengahnya, Andy Setyo dan Rendra Teddy, mengalami cedera dan harus meninggalkan lapangan. Kondisi tersebut dimanfaatkan Persebaya untuk terus menekan.
Puncaknya terjadi pada menit ke-84. Rachmat Irianto mencetak gol ketiga Persebaya lewat aksi solo run yang diakhiri dengan penyelesaian dingin, membuat kiper Cahya Supriadi harus memungut bola untuk ketiga kalinya. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-3 untuk kemenangan Persebaya Surabaya tetap bertahan dan PSIM harus menelan kekalahan kandang yang menyakitkan.
Menanggapi pertandingan itu, pelatih Van Gastel menuturkan bahwa PSIM sudah bermain bagus. Namun saat kecolongan gol, mereka mengalami kesulitan menyamakan kedudukan.
“Kami sudah bermain cukup baik. Kami juga sudah mengantipasi Persebaya hanya menunggu kami melakukan kesalahan. Terjadinya gol pertama disebabkan posisi pemain yang kurang tepat. Saat pertandingan berlanjut, tim harus membalas dan itulah risiko untuk mengejar gol. Permainan menjadi lebih terbuka. Hal ini memberikan lebih banyak peluang bagi lawan dan akhirnya menjadi gol,” kata Van Gastel.
Sementara pelatih Persebaya, Bernardo Tavarez, menyatakan tim sesungguhnya mengalami kesulitan menghadapi tuan rumah meski bisa mencetak gol. “Penampilan tim sudah lebih baik di babak kedua. Apalagi kami kemudian mencetak dua gol dan memenangkan pertandingan,” kata Tavarez.(HS)