in

Satpol PP Kota Semarang Temukan Daging Sapi Gelonggongan dan Busuk Hasil Sidak Pasar Jelang Nataru

HALO SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang melakukan sidak menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pasar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (13/12/2023). Dalam kegiatan itu, petugas menemukan daging sapi hasil gelonggongan dan busuk seberat satu kwintal.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajaf Purwoto menuturkan, 100 kilogram daging yang ditemukan hasil dari pengecekan di delapan lapak pedagang. Rinciannya 19,7 kilogram ditemukan daging busuk dan sisanya daging gelonggongan.

“Ada 19,7 kilo daging yang busuk dan tak layak konsumsi. Sisanya sekitar 80 kilo gelonggongan,” ujar Fajar saat dikonfirmasi.

Dia mengatakan, kini 100 kilogram daging itu disita Satpol PP. Para pedagang kemudian menjalani sidang tindak pidana ringan.

Fajar menambahkan, operasi penindakan ini dilakukan bersama Dinas Pertanian Kota Semarang karena Pemerintah Kota menduga adanya peredaran daging gelonggongan jelang Natal dan Tahun Baru.

“Jelang Natal dan Tahun Baru, permintaan daging meningkat. Maka kami cek kualitas daging karena indikasinya ada masuk daging bermasalah,” tuturnya.

Lebih lanjut untuk daging gelonggongan itu ternyata didapat dari Kota Salatiga dan Kabupaten Boyolali. Untuk itu Fajar mengingatkan warga untuk cermat ketika hendak membeli daging.

“Jangan sampai membeli daging gelonggongan atau busuk, karena berbahaya untuk kesehatan. Cermatlah ketika beli. Beli daging yang ada surat keterangan kesehatan hewan,” bebernya

Sementara, dalam sidang tersebut, delapan pedagang hadir di Kantor Satpol PP Kota Semarang. Sidang dilakukan oleh unsur hakim dan panitera dari Pengadilan Negeri Semarang.

“Maksimal dendanya Rp 2 juta. Dagingnya kami sita dulu nanti kalau membusuk kami musnahkan,” ucapnya.

Sedangkan dari salah seorang pedagang mengaku, dia tak tahu jika daging dagangannya gelonggongan. Dalam sehari berdagang, dia bisa meraup untung Rp 400 ribu.(HS)

Rayakan Ulang Tahun yang ke-30, Mal Ciputra Semarang Gelar Program “Belanja Dapat Emas”

6 Ribu Petani Gagal Panen Akibat Banjir di Jateng Terima Bantuan Stimulan