HALO SEMARANG – Menyambut hari libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang telah mengoperasionalkan Posko Terpadu Angkutan Udara Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Posko Terpadu Angkutan Udara Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 dilaksanakan selama 16 hari, yakni mulai tanggal 19 Desember 2023 hingga tanggal 3 Januari 2024 dan akan ditutup pada tanggal 4 Januari 2024.
Pihak bandara, berkolaborasi dengan stakeholder terkait berusaha memberikan pelayanan aman dan nyaman bagi pengguna jasa Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.
General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada menyampaikan, bahwa penumpang harian di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang telah mencapai 5.000 hingga 6.000 penumpang per harinya. Sedangkan puncak arus mudik Nataru penumpang diprediksi mencapai 7.000 orang per harinya.
“Prediksi peningkatan trafik pada periode Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 sebesar 10 persen untuk penumpang, 14,4 persen untuk pesawat dan 5,9 persen untuk kargo jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya,” ujar Fajar.
Posko Terpadu Angkutan Udara Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 dilaksanakan untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, sekaligus memantau trafik pergerakan angkutan udara, baik pesawat, penumpang dan kargo, dan memantau operasional keselamatan penerbangan dan keamanan bandara.
“Kami berharap melalui kolaborasi ini pelayanan kepada penumpang selama periode Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 dapat berjalan dengan baik dan lancar. Untuk itu dimohon kepada seluruh anggota posko agar dapat melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab dan saling bersinergi,” kata Fajar.
Selain itu, PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang juga memperkenalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang telah dikembangkan dan diimplementasikan sebagai bentuk untuk peningkatan pelayanan yang optimal bagi pengguna jasa, yaitu Computer Vision “Smart Stream AI” dan ini menjadi Pioneer atau yang pertama diterapkan di Bandara Indonesia. Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, keamanan, serta keselamatan dalam operasional bandar udara. Dengan teknologi ini diharapkan mampu memantau kegiatan operasional di bandara, sehingga dapat meningkatkan pelayanan serta kenyamanan bagi pengguna jasa bandara.
“Kami ingin memberikan pengalaman yang terbaik kepada penumpang, mulai dari saat tiba di bandara hingga saat meninggalkan bandara. Teknologi ini dapat digunakan untuk berbagai tugas di bandara, yakni people tracking & counting, vehicle tracking, aircraft tracking, wildlife animal tracking. Upaya ini kami lakukan sebagai bentuk pelayananan optimal dari kami kepada seluruh pengguna jasa Bandara Ahmad Yani,” pungkas Fajar.(HS)