in

Adu Kreativitas Digital, 32 Siswa SMK Se-Jateng Unjuk Gigi di LKS 2026

Pemenang Kompetisi Siswa (LKS) Dikmen Bidang Digital Marketing tingkat Provinsi Jawa Tengah.

HALO SEMARANG – Sebanyak 32 pelajar SMK dari berbagai daerah di Jawa Tengah unjuk kemampuan dalam ajang bergengsi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Bidang Digital Marketing Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. Kompetisi yang digelar selama dua hari, 14–15 April 2026 di Purwokerto ini menjadi panggung bagi generasi muda vokasi untuk menunjukkan kesiapan mereka menghadapi era ekonomi digital.

Bukan sekadar lomba, ajang ini menjadi arena uji keterampilan nyata. Para peserta ditantang menguasai berbagai aspek penting dalam dunia pemasaran digital—mulai dari komunikasi interpersonal, strategi pemasaran, hingga kemampuan teknis dalam memproduksi konten.

Setelah melalui serangkaian penilaian ketat dari dewan juri, Vita Asmarani dari SMK Negeri 1 Kudus berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Neli Rahmawati dari SMK Negeri 1 Kebumen, disusul Rahajeng dari SMK Negeri 1 Purwojati, Banyumas di peringkat ketiga.

Pada hari pertama, kompetisi berlangsung di SMK Negeri 1 Purbalingga dengan fokus pada modul komunikasi pelanggan. Di tahap ini, peserta tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga harus menghadapi simulasi langsung melalui roleplay. Sebanyak 24 skenario diundi secara acak, menuntut peserta untuk sigap dalam melakukan greeting, up selling, menangani keberatan pelanggan (handling objection), hingga proses delivery.

Praktisi pemasaran yang juga juri, Ahmad Madani, menilai antusiasme peserta sangat tinggi sepanjang kompetisi. Menurutnya, kemampuan merespons cepat dan memahami kebutuhan pelanggan menjadi indikator utama.

“Kami ingin melihat bagaimana siswa mampu memberikan solusi yang tepat dalam waktu singkat, apalagi di era Answer Engine Optimization (AEO) saat ini,” ujarnya.

Memasuki hari kedua, tantangan semakin kompleks. Kompetisi berpindah ke Sentra Yamaha Purwokerto, di mana peserta dituntut memproduksi konten visual dan video orisinal dalam waktu terbatas. Puncaknya, seluruh peserta melakukan live streaming di TikTok selama dua jam untuk mempromosikan produk Yamaha secara langsung.

Penilaian tidak hanya berfokus pada estetika konten, tetapi juga efektivitas pesan dan kemampuan memengaruhi audiens hingga mendorong minat beli.

Indra Hadiwidjaja dari KOMISI menjelaskan, tujuan utama dari sesi ini adalah menguji kemampuan peserta dalam mengubah audiens dari tidak tahu menjadi tertarik, hingga berpotensi melakukan transaksi.

Ajang ini pun mendapat apresiasi luas dari kalangan pendidikan dan industri. Perwakilan MGMP Pemasaran Jawa Tengah menyebut LKS sebagai bukti kualitas kurikulum vokasi yang semakin relevan dengan kebutuhan industri.

Dukungan sektor industri juga terlihat nyata melalui keterlibatan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. Agus Setiawan dari DDS 3 Semarang menegaskan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Ini adalah langkah konkret untuk membekali siswa agar tetap eksis dan mampu bersaing di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Dengan berakhirnya LKS 2026, Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak talenta muda yang kreatif, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Kompetisi ini bukan hanya soal juara, tetapi tentang menyiapkan generasi yang siap menjadi pemain utama di dunia digital.(HS)

Gubernur Ahmad Luthfi Mantapkan Aglomerasi Wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening

Dari Apel Berbusana Adat hingga Talkshow Hari Kartini, Pemkot Semarang Perkuat Pemberdayaan Perempuan