HALO MAGELANG – Di sepanjang jalan Mayjen Bambang Soegeng, Kecamatan Mertoyudan, hingga Desa Blondo Kecamatan Mungkid, Magelang, kini semakin indah dengan dihiasi bermekarannya bunga Tabebuya.
Tepatnya di Jalan Magelang – Yogyakarta, di tengah ruas jalan yang berjarak sekitar tiga kilometer dan median jalan ditanami pohon Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus) asal Brazil, kini sedang bermekaran dengan dua macam warna, Selasa (6/9/2022). Yakni, warna putih dan pink (merah muda).
Indahnya bunga Tabebuya yang sedang mekar, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengendara yang sedang melintas Jalan Raya Magelang – Yogjakarta tersebut.
Salah satunya diungkapkan Santi (25), salah seorang warga Kendal yang sedang melintas. Ia kemudian berhenti sejenak untuk mengabadikan melalui kamera telepon pintarnya.
Dirinya mengaku, terpesona dengan keindahan mekarnya bunga Tabebuya. Setelah berswafoto, kemudian mengunggahnya di media sosial.
“Saya sangat tertarik dengan keindahan bunga Tabebuya yang sedang mekar, maka saya berhenti sejenak untuk memfotonya dan nanti akan diunggah di media sosial,” ujar Santi.
Menurutnya, keindahan bunga yang berasal dari Brazil, Amerika Selatan tersebut hampir mirip dengan bunga Sakura asal Jepang.
“Bunganya indah, gak kalah sama bunga Sakura asal Jepang. Ya hampir mirip sih,” ungkap Santi.
Begitu juga diakui oleh Ratna (36) warga asal Semarang. Dirinya yang sedang melakukan perjalanan menuju Yogyakarta tersebut terkesan dengan keindahan bunga Tabebuya di sepanjang Jalan Mertoyudan.
“Kembangnya lagi mekar. Pemandangan sepanjang jalan jadi indah. Kesannya adem banget,” ujarnya, saat berhenti untuk mengambil beberapa foto, Selasa (26/9/2022).
Sementara itu, Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Penataan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, Joni Budi Hermanto mengatakan, pohon-pohon Tabebuya di sepanjang Jalan Mayjen Bambang Soegeng tersebut ditanam sejak tahun 2014 silam.
“Dua tahun kemudian tepatnya di tahun 2016, kami juga menanam pohon bunga Tabebuya di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta Sawitan, Kota Mungkid,” terangnya.
Joni menambahkan, selain di Mertoyudan dan kawasan Sawitan, Tabebuya juga ditanam di wilayah Kecamatan Muntilan, Kecamatan Salaman dan wilayah lainnya.
“Hingga saat ini, jumlah pohon Tabebuya yang ditanam di wilayah Kabupaten Magelang sudah ada sekitar 7.000 pohon,” imbuhnya.
Adapun tujuan utama penamanan pohon Tabebuya di dua ruas jalan tersebut yakni sebagai pohon perindang jalan dan juga untuk menambah keindahan.
Pohon Tabebuya setiap tahunnya berbunga dua kali. Yakni, sekitar Maret dan Oktober. Namun mekarnya tidak tahan lama, melainkan hanya bertahan beberapa hari kemudian akan berguguran.(HS)