in

Rumah di BSB Semarang, Diduga Jadi Pabrik Sabu-sabu

Foto ilustrasi.

 

HALO SEMARANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur didukung BNN Jateng menggeledah sebuah rumah di kompleks perumahan Bukit Semarang Baru (BSB), Mijen, Kota Semarang, yang diduga sebagai pabrik narkotika jenis sabu-sabu, Minggu malam (17/5/2020).

Produksi sabu-sabu ini diduga dijalankan oleh sindikat pengedar narkoba di Jawa Timur, dan melibatkan pemain sepak bola di Indonesia.

Penggerebekan rumah produksi narkoba ini, merupakan pengembangan kasus penangkapan beberapa pengedar narkoba di Jawa Timur.

Kepala BNN Jawa Tengah, Brigjen Pol Benny Gunawan di Semarang, Senin (18/5/2020) membenarkan penggeledahan yang dilakukan jajaran BNN tersebut.

“Benar dilakukan penggeledahan BNN Jawa Timur. BNN Jawa Tengah dalam hal ini memberikan back up,” katanya.

Dalam penggeledahan tersebut, lanjut dia, empat tersangka yang sebelumnua sudah diamankan BNN Jawa Timur, juga dihadirkan untuk memberikan informasi.

Menurut dia, sejumlah barang bukti diamankan dalam penggeledahan tersebut.

Dia menyebut, proses produksi narkoba di tempat tersebut masih menggunakan cara tradisional.

Adapun rumah yang berlokasi di Graha Taman Pelangi Blok C3, Perumahan BSB Semarang itu, kata dia, dikontrak oleh para pelaku sejak dua bulan lalu.

“Dari informasi para pelaku ini hanya datang setiap hari Sabtu dan Minggu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, BNNP Jawa Timur mengungkap sindikat industri narkoba jenis sabu-sabu yang melibatkan pemain sepak bola di salah satu hotel kawasan Sedati, Sidoarjo.

Empat pelaku yang ditangkap yakni mantan pemain Persela Lamongan, Eko Susan Indarto, pengurus Askot PSSI Jakarta Utara Dedi A Manik, pemain Liga 2 PS Hizbul Wathan (PSHW) M Choirun Nasirin, dan sopir Novin Ardian.

Dari hasil penggeledahan diperoleh barang bukti jenis methapetamine sebanyak 5.000 gram, kemudian hasil interogasi dan jejak digital para tersangka terungkap fakta adanya clandestine laboratory di wilayah Mijen, Semarang.(HS)

Tengok 57 Pekerja Migran yang Dikarantina di Semarang, Ganjar: Alhamdulillah Hasil Rapid Tes Tidak Reaktif

Perugas Gabungan Terus Razia Kafe dan PKL Nakal