HALO SEMARANG – Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan sejumlah bantuan logistik serta relawan penanggulangan bencana ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Segera setelah bencana terjadi, PMI mengirimkan sedikitnya 102 relawan dalam respons gempa Cianjur. Berserta relawan, sejumlah bantuan yang dikirimkan yakni ambulans, paket perlengkapan kebersihan, perlengkapan bayi, tarpaulin, mobil tanki air, kantong jenazah, tenda, dan genset.
Staf Penanggulangan Bencana PMI Jawa Barat, Deni Sopian menjelaskan, personel dan bantuan tersebut berasal dari PMI Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor serta relawan Markas Provinsi Jawa Barat.
“Masing-masing PMI memobilisasi ambulans serta paket bantuan untuk penyintas gempa di Cianjur,” kata dia, seperti disampaikan melalui laman resmi PMI.
PMI telah melakukan kaji cepat untuk mengetahui kebutuhan mendesak di lokasi bencana. Sementara ini, kata Deni, penyintas gempa Cianjur membutuhkan ambulans, tenda, tarpaulin, makanan siap saji, air mineral, obat-obatan, genset, serta kantong mayat.
PMI Pusat telah mendirikan posko bencana di Kabupaten Cianjur. Koordinator Lapangan Tanggap Darurat Bencana (TDB) PMI Cianjur Herry Hidayat mengatakan, dampak gempa terparah berada di Kecamatan Cianjur, Cilaku, Karang Tengah, Cugenang, Pacet, Warung Kondang, dan Kecamatan Gekbrong.
“Warga masyarakat masih trauma dan mengungsi di lapangan terbuka. Kami menerjunkan tim assesment ke beberapa wilayah yang terkena dampak gempa sesuai laporan yang masuk dari PMI kecamatan, anggota PMR dan anggota Sibat (siaga bencana berbasis masyarakat) yang ada di lokasi bencana,” kata dia.
Galang Dana
Gempa di Cianjur juga menggerakkan sejumlah anggota Korps Sukarela (KSR) PMI yang ada di Institute Teknologi dan Sains (ITS) Mandala Jember.
Komandan KSR PMI unit ITS Mandala Jember, Dewi Utari mengatakan pihaknya langsung bergerak menggalang dana, setelah gempa Cianjur Senin (21/11/2022). Dana itu selanjutnya disalurkan kepada para para korban bencana di Cianjur, melalui PMI Kabupaten Jember.
“Begitu tahu ada gempa bumi dengan jumlah korban yang banyak, kami KSR PMI Unit ITS mandala langsung merapatkan barisan. Kami langsung bergarak dengan menggalang dana,” kata Dewi Utari.
Dia menjelaskan, bahwa saat ini banyak korban membutuhkan uluran tangan. Pasalnya, banyak bangunan yang hancur terkena gempa bumi.
“Video dan foto gempa bumi yang beredar begitu dahsyat, semoga para korban yang meninggal husnul khotimal, yang sakit segera sembuh,” kata Dewi Utari.
Respon cepat juga dilaksanakan PMI DKI Jakarta, dengan mengirimkan relawan dan bantuan menuju Kota Cianjur, untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan serta memberikan layanan evakuasi.
Tim respon bencana yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI DKI Jakarta, Mohamad Isa ini, dilepas secara resmi oleh Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya (PSD) PMI DKI Jakarta, H Syarifuddin, di halaman Gedung PMI DKI Jakarta, Jalan Kramat raya No.47 Jakarta Pusat. Selasa (22/11)
Syarifuddin mengungkapkan, PMI DKI Jakarta mengirimkan 71 relawan yang terdiri atas dokter, perawat, serta tim evakuasi, segera setelah bencana terjadi.
Pengerahan relawan dan logistik ini, merupakan bentuk dukungan kemanusiaan serta memberikan bantuan pada para korban.
Adapun barang bantuan yang dibawa, antara lain alas tidur, selimut, mi instan, sabun mandi serta masker.
“Relawan yang diberangkatkan nantinya akan diperbantukan untuk proses evakuasi dan pemberian pertolongan pertama,” kata Syarifuddin.
Kami juga mengerahkan 7 unit ambulan gawat darurat, 3 unit mobil jenazah, 5 unit kendaraan pick up, serta 3 unit kendaraan operasional.
Keberangkatan tim ini nantinya akan berlanjut. Pada tahapan berikutnya, PMI DKI Jakarta akan menindaklanjuti data-data informasi yang diperoleh dari tim awal ini.
Berdasarkan informasi yang diterima dari PMI Pusat, saat ini ada beberapa hal yang menjadi kebutuhan mendesak antara lain tenda pengungsian, tarpaulin, alas tidur, alat penerangan, obat-obatan, ambulans serta tim Kesehatan untuk memberikan pertolongan pertama dan evakuasi pasien.
“Skala prioritas kami adalah manula dan balita yang membutuhkan pertolongan,” kata Syarifuddin. (HS-08)