
HALO DEMAK – Menjelang pergantian musim, warga diminta untuk mewaspadai angin puting beliung. Selain menimbulkan kerusakan, angin puting beliung juga dapat mencelakai warga.
Bencana tersebut, kemarin bertubi-tubi menerjang berbagai wilayah di Kabupaten Demak. Seperti dirilis Demakkab.go.id, Dinas Kominfo Kabupaten Demak, menginformasikan angin ribut memporak-porandakan ratusan rumah warga di Kecamatan Sayung, Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Dempet, dan Kecamatan Mranggen.
Di Desa Karangsono, kecamatan Mranggen, angin puting beliung merusak 170 rumah. Adapun di Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah, sebanyak 52 rumah rusak dan 1 rumah rusak berat di Dukuh tempel RT 02, 03, 04 RW IV.
Camat Karangtengah Sofiyan, mengatakan setelah bencana itu terjadi, Pemkab Demak langsung melakukan upaya penanganan, termasuk mengevakuasi warga ke tempat yang aman dan mendirikan dapur umum.
Selain itu juga meminta bantuan material asbes dari pihak swasta PT NBI, untuk memperbaiki rumah warga.
Bencana serupa juga terjadi di Desa Brakas, Kecamatan Dempet. Camat Dempet, Joko wiyono melaporkan angin puting beliung yang menghantam Desa Brakas, menyebabkan 10 rumah warga di RW 02 RW 01 rusak di bagian atap. Ketika puting beliung terjadi, atap rumah-rumah tersebut beterbangan.
Desa Sidogemah dan Desa Gemulak di Kecamatan Sayung juga mengalami bencana serupa. Camat Sayung, Sururi melaporkan, musibah tersebut merusakkan 300 rumah di wilayah RW 1 s/d RW 5 di Desa Gemulak, dengan kerusakan terparah di wilayah RW 3 (yang terdiri dari 5 RT). Kerusakan meliputi genting dan atap rusak dan sebagian roboh.
Sementara ini Tim BPBD Kabupaten Demak sudah berada di Lokasi dan melakukan penggergajian pohon dan evakuasi. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.
Adapun di Desa Sidogemah, musibah puting beliung merusakkan 50 rumah, dengan kategori genting rusak dan sebagian roboh. Bencana tersebut menyebabkan Maryati, warga setempat terluka dan harus menjalani perawatan di RSUD Sunan Kalijaga Demak. (HS-08)