HALO SEMARANG – Kasus wisatawan asing “nakal” yang akhir-akhir ini kerap terjadi di Bali, mendapat perhatian anggota Komisi X DPR RI Rano Karno.
Rano Karno yang merupakan politisi Fraksi PDI Perjuangan itu, meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno untuk responsif, menepis pemberitaan-pemberitaan negatif, karena dikhawatirkan dapat menghancurkan kepariwisataan Indonesia.
“Tentu sebagai orang media, kita memantau. Apalagi yang dipantau ini bidang yang kita kuasai yaitu tourism. Belakang ini di media sosial terutama, banyak sekali kegiatan tourism, para tourism ini melakukan bad news,” tuturnya di dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Menparekraf / Kepala Barekraf RI, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, belum lama ini.
Rano Karno menyebut, baru-baru ini dunia maya dihebohkan dengan pemberitaan adanya video, terkait warga asing wanita asal Jerman, yang bertelanjang di sebuah pertunjukan tarian di Pura Saraswati Ubud, Gianyar, Bali.
Karena itu Rano Karno yang pernah populer karena memerankan “Si Doel Anak Sekolahan” ini meminta Menparekraf Sandiaga untuk lebih responsif, dalam menindak lanjuti pemberitaan negatif ini.
Jika perlu membuat satu tim deputi khusus, untuk mengatasi persoalan-persoalan ini.
Rano Karno kemudian juga menyinggung kemungkinan, adanya kegiatan terorganisir untuk merusak citra pariwisata Indonesia, terutama di Bali, melalui ulah penyebaran informasi negatif soal wisatawan asing “nakal” tersebut.
“Jadi, saya cuman berpikir, mudah-mudahan ini hanya tindakan pribadi ya. Tapi yang saya khawatirkan kalau ini sebuah tindakan organize. Nah ini impact-nya sangat luar biasa di tengah persaingan. Jadi saya ingin mengingatkan kita agar minimal, kementerian ada statement untuk meng-counter berita-berita seperti itu,” kata dia, seperti dirilis dpr.go.id.
Menparekraf Sandiaga Uno pun menyampaikan akan mendalami usulan tersebut, karena memang persoalan ini perlu untuk diantisipasi.
Dirinya juga menyatakan telah menerima video terkait wisatawan asing nakal tersebut.
“Dan Kemenparekraf juga akan memastikan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan baik bukan hanya di Bali, namun juga pariwisata lain,” kata Menteri Sandiaga (HS-08)