HALO KENDAL – Dalam rangka menghadapi arus mudik Lebaran 2022 yang tinggal menghitung hari, PT Jasamarga Semarang – Batang (JSB) telah melakukan berbagai persiapan. Persiapan di antaranya meliputi kondisi jalan yang baik, rambu-rambu, personel dan sarana prasarana, seperti mobil derek, ambulan dan rescue.
Direktur Utama PT JSB, Prajudi mengatakan, sebelum H-10 Lebaran, semuanya sudah siap, seperti kondisi jalan semua sudah baik dan tidak ada lubang. Jika saat ini masih ada pekerjaan rekonstruksi jalan di dua titik, maka dipastikan H-10 sudah selesai.
“Kondisi jalan juga dipastikan tidak ada genangan air, maka rumput dan saluran air harus dibersihkan untuk mencegah genangan air. Kami minta kepada pihak pemeliharaan supaya membantu jika ada lampu mati, genangan air supaya dilaporkan,” ujarnya, Selasa (19/4/2022).
Menurut Prajudi, lonjakan arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 28 dan 29 April yang diperkirakan dalam sehari bisa mencapai 60 ribu kendaraan yang akan masuk ke Semarang. Dijelaskan, untuk mengantisipasinya, maka semua gerbang tol akan difungsikan secara all out.
“Jumlah petugas juga ada penambahan 26 personel, sehingga jumlah total menjadi 62 personel,” jelasnya.
Sementara untuk pengamanan, lanjut Prajudi, ada tim patroli yang juga akan diberdayakan patroli keliling, kamtib, dan dibantu CCTV.
“Untuk sarana prasarana juga sudah kami persiapkan. Seperti mobil derek, ambulans dan rescue,” imbuhnya.
Kepala Sub Unit PJR Ditlantas Polda Jawa Tengah, Iptu Agus Joko mengatakan, untuk pengamanan sudah dilakukan penindakan, khususnya di wilayah Semarang ABC maupun TMC melalui konfirmasi ETLE di Direktorat Lalu Lintas sebagai operator.
Untuk saat ini baru bisa membaca batas kecepatan maksimal yang bisa diambil, sedangkan untuk kecepatan minimal melalui petugas MCS patroli.
“Jika ada yang melanggar batas minimum, maka petugas patroli meminta kepada pengendara untuk melaju di jalur lambat,” katanya.
Iptu Agus Joko mengatakan, angka kecelakaan di ruas tol JSB ABC tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Untuk itu, dirinya mengimbau kepada pengguna jalan diimbau tetap mematuhi batas kecepatan yang ada, karena rambu-rambu yang dipasang, baik di tikungan, rambu petunjuk arahan, semua sudah melalui pengkajian.
“Jadi, semua petunjuk dan rambu-rambu ada fungsinya, seperti di tikungan 40 KM, 60 KM, harus menambah kecepatan, harus istirahat, semua sudah lengkap,” pungkas Iptu Agus Joko.(HS)